Kumbanews.com – Dominasi partai-partai lama di parlemen masih belum tergoyahkan. Hingga kini, belum ada partai politik baru yang benar-benar mampu menembus dan menggeser kekuatan partai-partai mapan di DPR RI.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai sejarah pemilu menunjukkan bahwa partai-partai yang telah lama berkiprah di panggung politik nasional masih menjadi pemain utama dalam perebutan kursi parlemen.
“Sampai hari ini belum ada partai baru yang bisa menembus parlemen Senayan dan mengalahkan dominasi partai-partai lama,” ujar Hendri Satrio melalui kanal YouTube miliknya, Minggu (31/5/2026).
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu menyoroti kondisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang gagal melampaui ambang batas parlemen pada Pemilu 2024, sehingga tidak memiliki wakil di DPR RI periode saat ini.
Menurutnya, kegagalan tersebut menjadi tantangan besar bagi PPP untuk kembali merebut kursi parlemen pada pemilu mendatang. Pasalnya, dalam sejarah politik Indonesia berkembang anggapan bahwa partai yang sudah terlempar dari DPR akan sangat sulit untuk kembali masuk ke Senayan.
“Di DPR ada semacam mitos, kalau sudah pernah terlempar, belum pernah ada yang berhasil kembali,” katanya.
Karena itu, Hensa menilai perjalanan PPP menuju Pemilu berikutnya akan menjadi salah satu dinamika politik yang menarik untuk disimak. Partai berlambang Ka’bah tersebut dinilai sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat di tengah persaingan politik yang semakin ketat.
“Mampukah PPP kembali ke Senayan? Itu yang akan menjadi tantangan sekaligus menarik untuk dilihat ke depan,” pungkasnya.
Kebangkitan PPP tidak hanya menjadi pertaruhan bagi partai itu sendiri, tetapi juga akan menjadi catatan penting dalam sejarah politik Indonesia. Jika berhasil kembali ke DPR, PPP berpotensi mematahkan anggapan lama bahwa partai yang tersingkir dari parlemen tidak memiliki jalan kembali ke Senayan.





