Kumbanews.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan terkait desakan publik agar musibah banjir dan longsor di Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional. Penjelasan itu disampaikan saat rapat terbuka usai meninjau hunian untuk korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.
“Masih ada yang bertanya kenapa tidak disebut bencana nasional. Jadi begini, kita memiliki 38 provinsi. Dampak musibah ini hanya dirasakan di 3 provinsi. Artinya, 35 provinsi lainnya masih aman. Jika 3 provinsi ini bisa kita tangani, tidak perlu menetapkan bencana nasional,” ujar Prabowo, Kamis (1/1/2026), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Meski begitu, Presiden menegaskan bahwa bantuan tetap maksimal.
“Pemerintah serius menangani situasi pasca-bencana. Saat ini, beberapa menteri sudah berada di Aceh dan provinsi lain untuk memastikan semua penanganan berjalan lancar,” tambahnya.
Prabowo menekankan kesiapan pemerintah dengan alokasi anggaran yang besar untuk menangani dampak bencana. “Kita memandang situasi ini sangat serius dan akan habis-habisan membantu masyarakat,” tegasnya.
Data Korban Bencana di Sumatera
Berdasarkan data BNPB per 31 Desember 2025, ribuan warga di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor masih mengungsi:
Sumatera Utara
Meninggal: 365 orang
Hilang: 60 orang
Mengungsi: 11.574 orang
Aceh
Meninggal: 527 orang
Hilang: 31 orang
Mengungsi: 356.655 orang
Sumatera Barat
Meninggal: 262 orang
Hilang: 74 orang
Mengungsi: 9.935 orang
Presiden menegaskan, meski tidak berstatus bencana nasional, perhatian pemerintah tetap penuh dan bantuan terus digulirkan ke korban. (***)





