Kumbanews.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan kesiapan menghadapi usulan Partai Nasdem terkait kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) menjadi 7 persen.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyatakan partainya telah disiapkan untuk beradaptasi dengan berbagai skenario aturan pemilu. Menurut dia, PSI tidak gentar jika ambang batas dinaikkan.
“PSI ini kami rancang agar adaptif dengan segala macam medan pertempuran. Mau 0 persen, 3 persen, 5 persen, sampai 7 persen, kami siap,” ujar Ahmad Ali di Pandeglang, Banten, Kamis (26/2/2026).
PSI: Jangan Tinggalkan Semangat Reformasi
Ahmad Ali menilai kenaikan PT menjadi 7 persen berpotensi mempersempit jumlah partai di DPR. Ia mengingatkan bahwa sistem multipartai merupakan bagian dari semangat Reformasi yang memberi ruang bagi lebih banyak representasi politik.
Menurut dia, jika ambang batas dinaikkan terlalu tinggi, kemungkinan hanya tiga hingga lima partai yang bisa lolos ke parlemen.
“Semangat Reformasi itu membuka ruang kebersamaan. Jangan sampai aturan justru mempersempit partisipasi politik,” katanya.
Nasdem Dorong Penyederhanaan Partai
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menegaskan partainya tetap konsisten mengusulkan parliamentary threshold 7 persen dalam pembahasan Revisi UU Pemilu di DPR RI.
Surya Paloh menilai penyederhanaan sistem multipartai menjadi selected party akan membuat demokrasi lebih efektif dan menghasilkan pemerintahan yang lebih stabil.
“Kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi demokrasi,” ujar Surya Paloh di Jakarta.
Perdebatan soal ambang batas parlemen ini diprediksi akan menjadi salah satu isu paling krusial dalam revisi UU Pemilu. PSI menyatakan siap bertarung dalam skenario apa pun, sementara Nasdem tetap mendorong kenaikan PT demi efektivitas sistem kepartaian.





