Rutan Sinjai Gandeng PIM dan BKMT, Genjot Pembinaan Kemandirian hingga Mental Warga Binaan

Kolaborasi Rutan Sinjai bersama PIM dan BKMT memperkuat pembinaan kemandirian dan mental warga binaan. (Dok. Humas Rutan Sinjai)

Kumbanews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sinjai terus memperkuat program pembinaan warga binaan dengan menggandeng Dewan Pimpinan Cabang Perempuan Indonesia Maju (DPC PIM) dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sinjai. Kolaborasi ini resmi ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama, Senin (30/3/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, bersama Ketua DPC PIM dan BKMT Sinjai, Dra. Hj. Mas Ati. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pembinaan yang lebih menyeluruh, baik dari sisi keterampilan maupun penguatan mental spiritual warga binaan.

Bacaan Lainnya

Melalui program ini, DPC PIM akan fokus pada pembinaan kemandirian, terutama pelatihan kerajinan tangan serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara BKMT mengambil peran dalam pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan, penguatan akhlak, serta pembinaan mental spiritual.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Rusmiati Rustam, bersama rombongan DPC PIM dan BKMT. Mereka juga meninjau langsung berbagai program UMKM yang telah berjalan di Rutan Sinjai, mulai dari kerajinan tangan hingga produksi makanan seperti peyek dan keripik pisang.

Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam memperkuat program pembinaan warga binaan.

“Kerja sama ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan, baik dari sisi keterampilan, kemandirian, maupun pembinaan mental dan spiritual warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, Mas Ati menegaskan komitmen pihaknya untuk berkontribusi aktif dalam pembinaan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.

“Kami ingin hadir memberi manfaat. PIM fokus pada pengembangan keterampilan dan hasil karya, sementara BKMT memperkuat pembinaan rohani dan akhlak. Harapannya, warga binaan menjadi lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Kolaborasi ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sinergi lintas organisasi tersebut diharapkan mampu mencetak warga binaan yang lebih produktif, berdaya, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pos terkait