Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, RT 04 dan RW 02 Mangasa Lakukan Penanganan

Tumpukan sampah terlihat menumpuk di pinggir jalan wilayah RT 04, Kelurahan Mangasa, yang dikeluhkan warga karena menimbulkan bau dan mengganggu kenyamanan lingkungan. (Foto: Kumbanews.com)

Kumbanews.com – RT 04 bersama RW 02, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, terus mengupayakan penanganan persoalan sampah yang kerap menumpuk di pinggir jalan. Meski pengangkutan dilakukan rutin setiap hari, tumpukan tersebut masih sering muncul dan dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat serta mengganggu kenyamanan lingkungan.

Ketua RT 04 Mangasa, M. Andri, menyampaikan bahwa lokasi pembuangan berada tepat di tepi jalan sehingga dampaknya langsung dirasakan warga dan pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

“Sampahnya menumpuk di pinggir jalan, otomatis sangat mengganggu. Baunya menyengat dan merusak pemandangan,” ujar M. Andri.

Ia menjelaskan, permasalahan sampah tersebut tidak sepenuhnya berasal dari warga sekitar. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar sampah dibuang oleh orang luar wilayah, termasuk oknum yang tidak membayar iuran sampah.

“Upaya sudah kita lakukan, mulai dari edukasi hingga pemasangan spanduk. Tapi selama belum ada bak sampah atau lahan yang memadai, sampah akan tetap dibuang di situ,” jelasnya.

Menurut M. Andri, persoalan utama bukan pada akses lokasi, melainkan keterbatasan pengawasan.

“Lokasinya sebenarnya mudah dijangkau, tapi tidak mungkin kita harus terus nongkrong di situ untuk menunggu siapa pelakunya,” tambahnya.

Dampak penumpukan sampah tersebut turut dirasakan warga sekitar. Selain bau menyengat, sampah kerap jatuh ke dalam saluran drainase sehingga menghambat aliran air. Sampah juga sering berterbangan dan masuk ke halaman warung warga yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua RW 02 Mangasa, Anwar Ali, menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Kita akan kerja ekstra. Edukasi tetap kita lakukan, walaupun yang buang sampah bukan hanya warga RW 02. Spanduk larangan juga sudah kita pasang,” katanya.

Ia menambahkan, pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kelurahan Mangasa dilakukan setiap hari. Meski demikian, masih diperlukan solusi jangka panjang agar persoalan sampah tidak terus berulang.

RT dan RW berharap adanya kesadaran bersama dari seluruh masyarakat, baik warga setempat maupun pendatang, agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan turut menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.

 

Penulis: Musfirah

Editor: Fyla

Pos terkait