Sejarah Larangan FIFA: Indonesia dan 10 Negara yang Pernah Terhenti di Piala Dunia

11 negara pernah terhenti di Piala Dunia, termasuk Indonesia. Karikatur ini menyorot perjuangan sepak bola di balik larangan FIFA. (Ilustrasi)

Kumbanews.com – Tampil di Piala Dunia bukan sekadar prestise, tetapi juga simbol eksistensi sebuah negara di kancah internasional. Namun, tidak semua negara bisa serta-merta ikut bertanding, bahkan negara kaya sekalipun.

Amerika Serikat, misalnya, hingga kini belum pernah menjuarai Piala Dunia, sementara Argentina sudah tiga kali menjadi juara pada 1978, 1986, dan terakhir di Qatar 2022.

Bacaan Lainnya

FIFA, sebagai otoritas sepak bola dunia, memiliki kewenangan untuk melarang negara tertentu tampil di Piala Dunia karena berbagai alasan, mulai dari campur tangan politik hingga pelanggaran aturan federasi.

Terbaru, Rusia, Pakistan, dan Kongo dilarang berpartisipasi di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mereka menambah daftar panjang negara yang pernah terkena sanksi FIFA, termasuk Indonesia.

Berikut 11 negara yang pernah mendapat larangan tampil di Piala Dunia:

1950–1994: Eropa, Jepang, dan Afrika

Jerman & Jepang (1950): Dilarang mengikuti Piala Dunia setelah Perang Dunia II.

Afrika Selatan (1970–1990): Dihukum karena kebijakan apartheid dan absen lima edisi Piala Dunia hingga larangan dicabut 1992.

Meksiko (1990): Dilarang dua tahun akibat menurunkan pemain melebihi batas usia di turnamen junior.

Chile dan Yugoslavia (1994)

Chile: Dilarang di Piala Dunia 1994 setelah kiper Roberto Rojas melukai dirinya sendiri dan berbohong tentang insiden tersebut.

Yugoslavia: Dilarang karena sanksi PBB terkait konflik dan pecahnya Perang Yugoslavia pada 1992.

2006–2018: Asia Tenggara dan Timur Tengah

Myanmar (2006): Dilarang ikut kualifikasi Piala Dunia 2006 setelah menarik diri dari kualifikasi 2002.

Indonesia (2018): Dilarang setelah pemerintah ikut campur urusan PSSI pada 2015, sehingga terlewat kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.

Kuwait (2018): Diskors karena intervensi pemerintah dalam federasi sepak bola negara tersebut.

Kasus Terbaru: Pakistan dan Rusia

Pakistan (2018, 2022, 2026): Dijatuhi sanksi karena campur tangan pengadilan dan kelompok tertentu dalam Federasi Sepak Bola Pakistan.

Rusia (2022, 2026): Dilarang berkompetisi di ajang internasional termasuk Piala Dunia akibat invasi ke Ukraina, meski FIFA memberi sinyal kemungkinan Rusia kembali.

Larangan-larangan ini menunjukkan bahwa sukses di Piala Dunia tidak hanya soal kemampuan di lapangan, tetapi juga tata kelola federasi yang bersih dan bebas campur tangan politik.

Bagi Indonesia, pengalaman 2015 menjadi pengingat penting untuk menjaga independensi PSSI agar bisa kembali bersaing di panggung dunia.

 

Sumber: Givemesport

 

 

Pos terkait