Seruan Massa di Aksi Bela Kalimat Tauhid, Jokowi Anti Islam dan Haram untuk Dipilih

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Ratusan masa Aksi Bela Tauhid  menilai pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi anti Islam. Mereka menuduh pemerintahan Jokowi mengkriminalisasi ulama.

Dalam Orasinya, Ia mencontohkan dengan kejadian pembakaran bendera Tauhid dan tuduhan Riziq Shihab yang sempat menjadi tersangka pornografi dan buron ke Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Orator itu menilai Joko Widodo tidak layak untuk dipilih menjadi presiden kedua kalinya. Hal ini dikatakan ditengah aksi yang sedang berlangsung di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

“Rezim Joko Widodo merupaka rezim pembohong, anti Islam. Ulama-ulama kita di kriminalisasi. Imam besar Habib Rizieq dikejar sampai ke Mekah, betul tidak?” ujarnya kepada para masa seraya membakar semangat para peserta aksi, Jumat 26 Oktober 2018.

lebih lanjut, dirinya mengajak para peserta masa aksi untuk tidak memilih Joko Widodo untuk keduakalinya. Pasalnya ia menilai rezim Joko Widodo merupakan rezim haram.

“Kalau seperti ini, Joko Widodo itu haram atau halal untuk dipilih?” tanya orator.

Peserta pun menjawab dengan serentak, “haram!”.

Ia mengancam jika pemerintah tidak menindak aksi pembakaran bendera Tauhid dengan tegas, maka umat Islam akan mengambil tindakan tegas. Masa pun menyambut meriah pernyataan sang orator.

“Kita akan tuntut pemerintah Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas. Jika tidak, kita akan mengeksekusi sendiri,” tegasnya.

Hingga saat ini, 14.57 WIB, masa masih berkumpul di sepanjang jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Belum ada tanda tanda terjadinya kerusuhan dalam aksi tersebut.

Pos terkait