Tak Perlu ke Kantor, Pemkab Maros Hadirkan Layanan KTP-KK Langsung di Desa

Petugas Disdukcapil Maros turun langsung ke desa membantu warga mengurus KTP dan KK melalui program SITANDUK. (Foto: Humas Pemkab Maros)

Kumbanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung ke desa melalui program jemput bola bertajuk SITANDUK, Selasa (7/4/2026).

Melalui program ini, petugas turun langsung ke desa untuk membantu masyarakat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

Bacaan Lainnya

Program Aksi Penertiban Administrasi Kependudukan (SITANDUK) difokuskan pada wilayah dengan pertumbuhan permukiman tinggi, seperti Kecamatan Tanralili, Moncongloe, Mandai, dan Marusu.

Di wilayah tersebut, petugas masih menemukan banyak warga yang telah berdomisili di Maros, namun dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK) masih terdaftar di luar daerah.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Maros, Andi Satriawan Anwar, mengatakan program ini memudahkan masyarakat dalam mengurus penyesuaian domisili hingga penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Warga cukup datang ke kantor desa untuk melengkapi berkas secara kolektif. Selanjutnya, tim SITANDUK yang akan memprosesnya, sehingga masyarakat tidak perlu ke kantor Disdukcapil,” ujarnya.

Program ini dinilai efektif memangkas waktu dan biaya transportasi masyarakat, sekaligus menyederhanakan prosedur administrasi yang selama ini dianggap rumit.

Andi Satriawan menegaskan, SITANDUK merupakan tindak lanjut arahan Bupati Maros, Chaidir Syam, untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang sah dan sesuai domisili. Ini bagian dari pelayanan publik yang prima,” katanya.

Pemkab Maros berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sekaligus mendukung penyediaan data yang akurat untuk perencanaan pembangunan daerah.

 

Pos terkait