Ilustrasi kelas tatap muka di tengah pandemik COVID-19 (ANTARA FOTO/David Muharmansyah)
Kumbanews.com – Menjelang tahun ajaran baru, sebagian besar anak sekolah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, hingga kini masih menjalani pembelajaran jarak jauh secara daring karena pandemik COVID-19.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel), Hery Sumiharto, menyampaikan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka bergantung pada peta zonasi risiko penularan COVID-19.
“Insyaallah kita lihat dulu keadaannya. Kan tergantung dari kesiapan sekolah dan zona dari daerah itu sendiri,” kata Hery saat dihubungi IDN Times, Rabu (19/5/2021).
1. Tergantung kesiapan pemerintah daerah
Kendati demikian, Hery menegaskan secara keseluruhan sekolah-sekolah di Sulsel sebenarnya sudah siap melaksanakan belajar tatap muka. Tapi hal itu juga harus dibarengi dengan kesiapan pemerintah daerah setempat.
“Karena kan walaupun sekolah sudah siap tetapi pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 juga tidak mengizinkan, kita tidak bisa buka,” ucapnya.
Menurut Hery, pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 di masing-masing kabupaten/kota saat ini masih terus melihat perkembangan kasus COVID-19. Jika dirasa kasus telah menurun, maka sekolah tatap muka bisa digelar.
“Mudah-mudahan lepas lebaran ini kenaikan COVID-19 tidak melonjak naik. Itu juga yang membuat nanti pemerintah daerah melihat itu sendiri,” katanya.
2. Orangtua dan siswa juga harus dipastikan siap
Beberapa bulan sebelumnya, Pemprov Sulsel merencanakan semua sekolah sudah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Juli 2021 saat tahun ajaran baru.
Untuk mewujudkan itu, kata Hery, sekolah-sekolah sudah menyiapkan sarana dan prasarana hingga vaksinasi guru. Selain itu, para orangtua siswa juga diminta membuat pernyataan bahwa mereka siap melepas anaknya untuk sekolah tatap muka.
“Jadi kita tidak mau ada dari stakeholder yang tidak mengaminkan sekolah mau dibuka atau tidak,” kata Hery.
3. Uji coba masih berlangsung di tiga sekolah
Sejauh ini, baru tiga sekolah di Sulsel yang menggelar uji coba sekolah tatap muka secara resmi. Ketiga sekolah itu adalah sekolah jenjang SMA di Makassar yaitu SMA Negeri 21, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 2.
Uji coba telah berlangsung selama sebulan lebih. Selama masa itu, kata Hery, semua berjalan lancar. Tidak ada kasus siswa terpapar COVID-19. Di samping itu, dia mengklaim para siswa maupun orangtua sangat antusias dengan uji coba tersebut.
“Bagus, tidak ada masalah. Tidak ada yang terkontaminasi sekarang. Keluhan dari orangtua juga tidak ada. Anak-anak juga enjoy meskipun tidak maksimal di kelas yang hanya 4 jam,” katanya.(*)