Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Lapas Narkotika Sosialisasi Survei IKM/IPK

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Sebelum pelaksanaan Penitipan Barang dan Makanan , Tim Pokja Pelayanan Publik Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa melaksanakan sosialisasi Survei Mandiri Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK)berbasis Elektronik kepada pengunjung Warga Binaan.

Kegiatan yang berlangsung hari Selasa (30/07) bertempat di ruang pendaftaran kunjungan Lapas Narkotika Sungguminasa merupakan terobosan baru Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menilai kualitas pelayanan publik dalam Lapas.

Bacaan Lainnya

Tim Pokja Pelayanan Publik dan tim Kunjungan Lapas terjun langsung dalam mensosialisasikan cara pengisian survey IKM, sehingga hanya menggunakan scan barcode dan menggunakan tautan link pada smartphone pengunjung dapat menilai langsung pelayanan kunjungan dalam Lapas.
“Survey berbasis Elektronik merupakan hal baru sehingga masyarakat dapat menilai secara terbuka pelayanan kunjungan di dalam lapas” Terang Suwandi Koordinator Pokja Layanan Publik
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil survey per-tanggal 29 Juli 2020 nilai mutu IKM/IPK Lapas Narkotika mendapat nilai A, ini semua berkat bantuan teman-teman tim layanan publik, tim kunjungan lapas dan masyarakat” Pungkas Suwandi
Diharapkan dengan terobosan ini dapat menjadi penilaian untuk Lapas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat meski di tengah keadaan pandemi covid-19 ini.
Selain meningkatkan kualitas layanan terhadap pengunjung yang hendak menitipkan makanan kepada Warga binaan , LAPAS Narkotika juga selalu mengedepankan faktor keselamatan dan kesehatan pengunjung dan petugas yakni dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap alur pelaksaan layanan, di antaranya, pengadaan Tempat Cuci tangan, Mengatur jarak aman tempat duduk pengunjung dan masih banya lagi inovasi inovasi layanan yang di laksananakan agar pengunjung merasa nyaman dan terlayani dengan baik yang tentunya dalam koridor yang aman menurut protokol kesehatan di era “new normal “pastinya . (*)

Pos terkait