Trump: Bisa Jadi Ada Tendensi Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengubah posisinya terhadap Arab Saudi terkait pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal yang dipublikasikan pada 23 Oktober kemarin, Trump mengindikasikan bahwa ia percaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau MBS terlibat dalam pembunuhan pria berusia 59 tahun itu.

1. Trump mengatakan MBS “menjalankan beberapa hal” di Arab Saudi

Bacaan Lainnya

Reporter menanyakan kepada Trump tentang penilaiannya terhadap MBS dalam kasus tersebut. Ia pun menjawab bahwa bisa jadi ada tendensi ia terlibat pembunuhan Khashoggi. “Ya, putra mahkota menjalankan beberapa hal di sana di titik ini. Dia menjalankan beberapa hal dan jadi jika ada yang akan melakukannya, itu pasti dia,” kata Trump.

Lebih lanjut, Trump mengaku sudah bertanya kepada MBS mengenai ini berulang kali dan “dalam berbagai cara berbeda”. “Pertanyaan pertamaku kepadanya adalah,’Apakah kamu tahu sesuatu tentang kasus itu dalam hal perencanaan awal’,” kata Trump. Menurutnya, jawaban MBS adalah tidak dan justru menunjuk pada orang-orang “di level lebih bawah” sebagai tersangka.

2. Meski begitu, Trump masih ragu terhadap penilaiannya sendiri

Menanggapi bantahan MBS, Trump mengaku “ingin sekali mempercayainya”. Pembunuhan Khashoggi dianggap banyak pihak memperlihatkan kepada publik Amerika Serikat dan dunia bahwa ia sangat bergantung kepada Arab Saudi.

Ini bisa dilihat dari cara Trump berubah-ubah dalam memberikan penilaian. Di awal, Trump sempat mengatakan kepada media bahwa akan ada “hukuman berat” kepada Arab Saudi jika pemerintah menjadi pelaku.

Tak lama kemudian, ia menekankan bahwa publik tak bisa menganggap seseorang “bersalah sampai terbukti sebaliknya” ketika semakin banyak pihak menuding Arab Saudi berada di balik pembunuhan Khashoggi. Usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang baru kembali dari Arab Saudi, Trump memerintahkan Menteri Keuangan Steve Mnuchin untuk membatalkan kehadiran di acara investasi di negara tersebut.

3. Amerika Serikat mencabut visa pejabat Arab Saudi

Pompeo sendiri menginformasikan kepada reporter bahwa ada 21 pejabat Arab Saudi yang visanya dicabut oleh otoritas Amerika Serikat. 21 orang tersebut disebut terkait dalam pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Ia pun menambahkan sanksi itu mungkin bukan yang terakhir. “Kami menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mentolerir aksi keji seperti ini untuk membungkam Khashoggi, seorang wartawan, melalui sebuah kekerasan. Presiden dan aku tak senang dengan situasi ini,” ujar Pompeo, seperti dikutip dari The Guardian.

4. Media barat menyebut jasad Khashoggi sudah ditemukan dalam keadaan dimutilasi di taman konsul jenderal

Sejak Arab Saudi mengakui bahwa wartawan Jamal Khashoggi meninggal akibat pembunuhan di dalam kantor konsulatnya di Istanbul, publik bertanya-tanya: di mana jasadnya berada?

Sky News mengutip sejumlah sumber yang menyebut bahwa jasad tersebut ditemukan di taman yang berlokasi di rumah konsul jenderal. Sejak beberapa hari terakhir muncul dugaan bahwa jasad Khashoggi tidak dalam keadaan utuh.

Sumber Sky News tersebut pun mengklaim bahwa memang jasadnya sudah “dipotong-potong” dan bahkan wajahnya “remuk”. Sumber itu kemudian menyebutkan potongan-potongan tubuh Khashoggi ditemukan di taman rumah konsul jenderal yang berada sekitar 500 meter dari kantor konsulat. Namun, pihak Arab Saudi belum berkomentar terhadap klaim ini.

Pos terkait