Kumbanews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan seluruh calon pemimpin baru Iran tewas di tengah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung.
Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu, 4 Maret 2026. Ia menilai struktur kepemimpinan Iran saat ini runtuh dengan cepat akibat serangan yang menyasar tokoh-tokoh penting negara tersebut.
“Kepemimpinan mereka runtuh sangat cepat. Siapa pun yang ingin menjadi pemimpin akhirnya tewas,” kata Trump seperti dikutip dari The Hill, Kamis (5/3/2026).
Klaim Serangan Lumpuhkan Sistem Rudal Iran
Trump menegaskan operasi militer tidak hanya menyasar elite politik, tetapi juga menghancurkan infrastruktur pertahanan Iran. Ia mengklaim pasukan AS dan Israel berhasil melumpuhkan sistem persenjataan strategis Teheran.
“Rudal mereka sedang dimusnahkan dengan cepat. Peluncur rudal mereka juga dihancurkan,” ujarnya.
Menurut Trump, operasi tersebut menunjukkan dominasi militer Amerika Serikat dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Khamenei Tewas, Proses Suksesi Terguncang
Situasi di Iran memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran pada Sabtu lalu. Khamenei memimpin Iran selama sekitar 37 tahun.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump bahkan mengomentari langsung kematian tersebut.
“Saya mendapatkannya sebelum dia mendapatkan saya,” ucap Trump.
Beberapa hari setelah itu, sebuah gedung yang menampung 88 anggota Assembly of Experts dilaporkan dibom. Dewan ulama tersebut saat itu tengah menghitung suara untuk menentukan pengganti Khamenei.
Laporan Axios menyebut serangan terjadi saat proses pemilihan pemimpin baru Iran berlangsung.
Operasi Disebut Berlanjut Empat hingga Lima Pekan
Trump memperkirakan operasi militer terhadap Iran akan terus berjalan selama empat hingga lima minggu ke depan. Ia menyebut langkah itu sebagai demonstrasi kekuatan militer Amerika Serikat.
“Ini demonstrasi besar kekuatan militer kami. Kami membangun kembali militer saat masa jabatan pertama saya, dan sekarang kami menggunakannya sedikit lebih banyak dari yang saya kira,” kata Trump.
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memasuki fase baru yang berpotensi memperluas konflik di kawasan.





