Tuntutan Edy “Out” Membuat Exco PSSI Akan Lakukan Rapat Evaluasi

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papat Yunisal meminta Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi bijak dalam merespon persoalan yang sedang dihadapinya.

Saat ini ada tekanan terhadap Edy untuk mundur dari kursi Ketua Umum PSSI. Tekanan tersebut antara lain datang dari suporter yang berteriak “Edy Out” di laga-laga tim nasional.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. Saya harap Pak Edy Bijaksana menanggapi situasi ini,” kata Papat seperti dikutip dari Antara, Selasa 27 November 2018.

1. Tuntutan “Edy Out” karena prestasi minim

Tuntutan agar Edy melepaskan jabatan Ketua Umum PSSI lantaran minimnya prestasi yang diraih timnas di masa kepemimpinannya.

Timnas senior tersingkir di penyisihan grup Piala AFF 2018. Sebelumnya Timnas U-23 juga gagal mencapai target medali perunggu di ajang Asian Games 2018.

Selain itu Timnas U-19 juga gagal menembus babak semifinal Piala U-19. Kegagalan ini juga membuat Timnas-U19 tak mendapatkan tiket untuk tampil di Piala Dunia U-20.

2. Ucapan kontroversial menambah sorotan terhadap Edy Rahmayadi

Selain minimnya prestasi yang diraih timnas, tuntutan agar Edy mundur juga lantaran ucapannya yang seringkali kontroversial.

Edy, misalnya, pernah mengatakan “Kalau wartawannya baik, timnasnya nanti baik”. Ucapannya ini menjadi viral. Bahkan ketika timnas Indonesia menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (25/11), para suporter kompak meneriakkan “wartawan harus baik” untuk menyindir Edy Rahmayadi.

3. Exco PSSI akan melakukan evaluasi

Papat mengatakan Exco akan duduk bareng untuk mengevaluasi perkembangan yang terjadi di masyarakat. Rapat evaluasi ini kemungkinan akan digelar Desember mendatang.

“Kami menyikapinya dengan melakukan evaluasi di rapat komite yang akan dilakukan pada Desember 2018,” katanya.

4. Catatan Edy di PSSI tak semuanya negatif

Meski terus mendapatkan tekanan, namun tak berarti PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi tak berprestasi. Catatan positif yang ditorehkan Edy antara lain menggulirkan Liga 1 U-16 dan Liga 1 U-19. Ini menjadi liga U-16 pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Pada masa kepemimpinan Edy, Piala Soeratin juga mulai menggulirkan kelompok usia, mulai dari U-13, U-15, hingga U-17. Sepak bola putri, baik di timnas maupun kompetisi, juga mulai dibangkitkan dan ditata kembali.

Pos terkait