Urban Farming RW 02 Mangasa, Dorong Ketahanan Pangan Warga

Kegiatan pembibitan urban farming dilakukan warga RW 02 Kelurahan Mangasa bersama KWT Parampunganta sebagai langkah awal memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan sempit di lingkungan sekitar. (Foto: Wahab)

Kumbanews.com – Padatnya permukiman di Kota Makassar tidak menyurutkan semangat warga RW 02 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, untuk mengembangkan urban farming. Warga memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan sempit untuk menanam sayuran. Langkah ini memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga lingkungan.

Program ini berkembang sebagai gerakan bersama di tingkat RT dan RW. Warga juga mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pemenuhan pangan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pembibitan Digelar KWT Parampunganta

Kelompok Wanita Tani (KWT) Parampunganta menggelar kegiatan pembibitan di Jalan Mallengkeri Raya, RW 02. Lurah Mangasa Muhammad Nurdyansyah, S.IP, dan Ketua TP PKK Kelurahan Mangasa Hartina Nurdyansyah hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua KWT Parampunganta, Musdalipa, mengatakan urban farming menjadi solusi atas keterbatasan lahan di wilayah tersebut.

“Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan sempit, masyarakat tetap bisa menanam untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Kangkung Cabut Jadi Prioritas Warga

Warga menanam berbagai sayuran seperti kangkung, bayam, terong, dan cabai. Namun, mereka lebih memilih kangkung cabut karena lebih cepat panen, sekitar dua hingga tiga minggu.

Ketua RW 02 Kelurahan Mangasa, Anwar Ali Solong, mengatakan warga memilih kangkung cabut agar hasil bisa lebih cepat dirasakan.

“Untuk sementara kami prioritaskan kangkung cabut karena cepat panen, sekitar dua sampai tiga minggu sudah bisa dipetik,” kata Anwar.

Ia menambahkan, hasil urban farming membantu warga mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sayur sehari-hari.

Warga Antusias Ikuti Program

Ketua RT 05 RW 02, Wahab, menyebut warga sangat antusias mengikuti program ini. Menurutnya, urban farming mudah diterapkan dan hasilnya langsung bisa dimanfaatkan keluarga.

“Warga sangat mendukung karena hasilnya bisa langsung dikonsumsi dan tidak membutuhkan lahan yang luas,” ujarnya.

Pengelolaan Sampah Organik Dikembangkan

Foto bersama usai kegiatan pembibitan urban farming di RW 02 Kelurahan Mangasa. Lurah, TP PKK, KWT, RT dan RW bersama warga menunjukkan komitmen memperkuat kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Ketua TP PKK Kelurahan Mangasa, Hartina Nurdyansyah, mengatakan program urban farming akan diperkuat dengan pengelolaan sampah organik.

Warga akan menerapkan biopori, komposter rumah tangga, dan budidaya maggot. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi sampah sekaligus memberi manfaat bagi tanaman.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam sayur, tetapi juga mampu mengelola sampah rumah tangga agar memiliki nilai guna,” ujarnya.

Pos terkait