Usai Dituntut 18 Tahun, Nadiem Makarim Jalani Operasi Kelima, Istri Minta Doa Kesembuhan

Nadiem Makarim didampingi istrinya, Franka Makarim, saat menjalani proses operasi di rumah sakit usai menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). (Instagram/@frankamakarim)

Kumbanewa.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjalani tindakan operasi di tengah proses hukum yang tengah dihadapinya. Operasi tersebut disebut sebagai yang kelima kalinya.

Istri Nadiem, Franka Makarim, mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahan di media sosial usai suaminya menjalani sidang dengan tuntutan berat dari jaksa.

Bacaan Lainnya

“Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,” tulis Franka, dikutip Kamis (14/5/2026).

Franka menegaskan pihak keluarga hanya dapat memohon kekuatan dan keteguhan di tengah situasi yang dihadapi. Ia juga meminta doa publik untuk kesembuhan suaminya serta keadilan dalam proses hukum yang berjalan.

“Saya tidak akan berbicara tentang tuntutan yang mereka bacakan. Yang saya tahu, ia tidak sendiri,” lanjutnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) menuntut Nadiem dengan pidana penjara selama 18 tahun. Jaksa juga menuntut denda Rp1 miliar serta uang pengganti sekitar Rp5,6 triliun.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Selain hukuman badan, jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara tambahan.

Di sisi lain, Nadiem menyatakan keberatan atas tuntutan tersebut. Ia menyebut tidak ada unsur kesalahan sebagaimana yang dituduhkan dan mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa.

“Hari ini adalah hari yang sangat mengecewakan,” ujarnya di hadapan awak media usai persidangan.

Meski demikian, Nadiem menegaskan tidak menyesal pernah bergabung dalam kabinet pemerintahan sebelumnya dan menganggap pengabdian di sektor pendidikan sebagai pengalaman penting dalam hidupnya.

 

Pos terkait