Viral Joget Klaim Untung Rp6 Juta dari MBG, SPPG di Bandung Barat Ditutup Sementara

Hendrik Irawan pemilik SPPG di Bandung Barat. (Foto: istimewa)

Kumbanews.com – Video viral yang menampilkan Hendrik Irawan berjoget sambil mengklaim meraup keuntungan hingga Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbuntut panjang. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya di Kabupaten Bandung Barat kini ditutup sementara.

Penutupan tersebut dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah video tersebut menuai sorotan luas dari publik.

Bacaan Lainnya

Dalam video klarifikasinya di media sosial, Hendrik menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku tidak memiliki niat merendahkan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Tidak ada niat saya untuk melecehkan program ini,” ujarnya.

Hendrik juga mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui penutupan operasional SPPG dari pihak pengawas BGN. Ia mengaku terkejut karena tidak menyangka video tersebut akan berdampak besar.

Menurutnya, aksi joget yang dilakukan hanya spontan di ruang kerjanya tanpa memikirkan konsekuensi yang lebih luas.

Dampak dari penutupan ini tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga ratusan relawan yang selama ini terlibat dalam operasional dapur MBG. Hendrik menyebut sedikitnya 150 orang kini harus berhenti beraktivitas sementara.

“Bukan hanya saya, tapi ada banyak relawan yang terdampak. Mereka tidak bisa bekerja untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena dinilai menyangkut sensitivitas program publik, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah melalui BGN pun mengambil langkah tegas sebagai bentuk evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

 

Pos terkait