Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Fadli Zon: Sekalian Saja Seumur Hidup seperti Zaman Orla

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pada 2019 lalu, Puan Maharani sempat mengusulkan terkait wacana jabatan presiden tiga periode perlu dikaji.

Bacaan Lainnya

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Fadli Zon melemparkan kalimat bernada sindiran pada pernyataan anak Megawati Soekarnoputri tersebut.

“Sekalian saja masa jabatan Presiden bisa seumur hidup spt zaman Orde Lama,” tulis politisi Partai Gerindra tersebut.

Pernyataan Fadli pun disampaikan atas tanggapan unggajan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid yang menanggapi pernyataan Puan terlebih dahulu.

Politisi PKS tersebut menyebut jika wacana jabatan presiden tiga periode tersebut telah ditolak oleh Presiden Joko Widodo dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa tangkapan layar sebuah berita media nasional terkait pernyataan Jokowi yang menolak wacana tersebut.

“Ketua DPR/Puan M;agar wacana masa jabatan Presiden 3 periode dikaji di komisi II DPR.Tapi baiknya DPR focus hadirkan UU yg benar2 berkwalitas dan dihajatkan Negara/Rakyat.

“Soal masajabatan Presiden 3 periode, sudah ditolak keras olh @jokowi. Dan masa jabatan Presiden domain MPR,” tulis Hidayat Nur Wahid, Sabtu, 19 Desember 2020.

Sebelumnya, pakar ekonomi Rizal Ramli menanggapi pernyataan Puan tersebut. Menurutnya, hal itu berbanding terbalik dengan kinerja Jokowi selama ini.

Seperti diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kini memasuki periode kedua jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurut Rizal Ramli, selama pemerintahan Jokowi, ketimpangan sosial dan pengangguran justu banyak, sehingga menurutnya pernyataan Puan hanya ‘dagelan’ saja.

“Ini usulan dagelan. Wong kinerja 2 periode aja payah, ketimpangan sosial ekonomis luar biasa, penggangguran tinggi, kohesi nasional merosot. Lha kok nekad mau lagi ? Ngelindur ya ? Kasian rakyat,” tulis Rizal Ramli.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan langsung dari Puan Maharani sendiri terkait pernyataan ketiga tokoh tersebut.***

 

 

 

 

 

Pos terkait