WFH Segera Diumumkan Besok, Pemerintah Siapkan Skema Hemat BBM untuk ASN

Pemerintah siapkan kebijakan WFH untuk ASN demi tekan konsumsi BBM di tengah tekanan energi global. (Ilustrasi)

Kumbanews.com – Pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah penghematan energi di tengah dinamika global. Kepastian tersebut dijadwalkan diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebut pengumuman resmi akan disampaikan dalam waktu dekat. Namun, ia belum ingin mengungkap detail kebijakan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sabar saja, kemungkinan besar akan disampaikan resmi besok. Saya tidak ingin mendahului,” kata Tito, Senin (30/3/2026).

Tito memastikan Kementerian Dalam Negeri akan menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan imbauan teknis kepada seluruh pemerintah daerah.

WFH untuk Hemat Energi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menegaskan bahwa kebijakan WFH akan diumumkan sebelum akhir Maret 2026.

Menurut Airlangga, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan harga energi global.

Skema yang disiapkan, WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk PNS dan PPPK. Sementara untuk sektor swasta, kebijakan ini bersifat imbauan.

Tak Ganggu Produktivitas Ekonomi

Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kebijakan WFH tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional jika diterapkan secara selektif.

Ia menyebut, pengurangan mobilitas masyarakat justru berpotensi menekan konsumsi BBM, meski besaran penghematannya masih bergantung pada harga minyak dunia.

“Kalau dipilih dengan cermat, misalnya satu hari tertentu, pasti ada penghematan BBM,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan layanan publik tetap akan berjalan normal. Hal ini karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.

Dengan skema yang terukur, pemerintah berharap kebijakan WFH mampu menjadi solusi efisien dalam mengurangi konsumsi energi tanpa mengganggu aktivitas ekonomi nasional.

 

Pos terkait