4 WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Menlu RI Intensif Koordinasi Internasional

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/1/2026). (Dok. Tangkapan layar Youtube Kementerian Luar Negeri RI)

Kumbanews.com – Pemerintah Indonesia bergerak cepat menangani kasus penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di perairan Gabon. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan otoritas China, mengingat dalam insiden tersebut juga terdapat lima warga negara China yang ikut diculik.

Sugiono menegaskan pemantauan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Ia juga telah menginstruksikan KBRI Yaounde untuk terus memonitor perkembangan serta memastikan kondisi para WNI yang masih ditahan oleh kelompok bajak laut.

Bacaan Lainnya

“Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” ujar Sugiono usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026).

Koordinasi dengan China dilakukan sebagai langkah diplomasi bersama, mengingat penculikan tersebut melibatkan warga dari dua negara. “Saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China,” kata Sugiono.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, memastikan total sembilan awak kapal—terdiri dari WNI dan WN China—diculik dalam peristiwa pembajakan tersebut.

Menurut Meyong, kapal penangkap ikan berbendera Gabon IB FISH 7 diserang bajak laut saat beroperasi sekitar 7 mil laut tenggara Equata, perairan Gabon. Insiden itu terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat.

Ia menyebutkan situasi kini telah ditangani di level pemerintahan tertinggi Gabon dan seluruh langkah pengamanan maritim telah diambil guna mengendalikan kondisi.

Sementara itu, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Yaounde telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan para awak kapal.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1), Heni juga memastikan pihaknya telah meminta informasi terkini mengenai kondisi kesehatan WNI, termasuk awak kapal yang berhasil lolos dari penculikan.

“KBRI Yaounde terus memastikan penanggung jawab memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan para ABK WNI, termasuk perlindungan bagi keluarga mereka,” ujar Heni.

Pos terkait