Suami-Istri Polri di Sulsel Jadi Sorotan Publik: Jabatan Strategis dan Kekayaan Miliaran

Ilustrasi

Kumbanews.com – Pasangan perwira Polri, Kombes Pol. Arisandi dan AKBP Rise Sandiyantanti, menjadi sorotan publik seiring jabatan strategis yang mereka emban dan nilai kekayaan yang tercatat miliaran rupiah. Fenomena suami-istri yang sama-sama menempati posisi penting di tubuh Polri memunculkan perhatian terhadap karier, pengaruh, serta transparansi harta kekayaan mereka.

Kombes Pol. Arisandi, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2004, memiliki rekam jejak panjang di berbagai satuan dan wilayah, termasuk Polda Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Banten. Ia pernah bertugas di bidang tindak pidana tertentu (Tipidter) hingga menjabat Kapolsek di Surabaya. Saat ini, Arisandi mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Polairud Polda Sulsel dan berdasarkan surat telegram mutasi, akan menempati posisi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, total kekayaan Arisandi tercatat sebesar Rp 2.521.378.000. Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 1.544.660.000, meliputi properti di Kota Serang hasil sendiri serta tanah dan bangunan di Kabupaten Gowa yang diperoleh melalui warisan. Selain itu, ia melaporkan kepemilikan kendaraan berupa mobil Toyota Innova tahun 2017 dan sepeda motor Kawasaki tahun 2014 dengan total nilai Rp 198.000.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp 778.718.000. Dalam laporan tersebut, tidak tercatat adanya utang maupun aset lainnya.

Mutasi dan penempatan Arisandi pada jabatan strategis di tingkat Polda turut meningkatkan sorotan publik terhadap rekam jejak dan harta kekayaannya. Sebagai pejabat Polri, Arisandi termasuk dalam kategori wajib lapor LHKPN, sebagaimana ketentuan bagi Kapolda, Kapolres, Wakapolres, Direktur, dan Wakil Direktur.

Namun demikian, tidak semua laporan LHKPN langsung dapat diakses publik. Terdapat tahapan verifikasi dan administrasi sebelum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk Arisandi, LHKPN tahun 2024 telah tersedia, sementara LHKPN 2025 hingga kini belum dipublikasikan, sehingga data kekayaan terbaru masih mengacu pada laporan sebelumnya.

Selain mutasi jabatan, Arisandi juga tercatat sebagai salah satu dari 2.079 personel Polda Sulsel yang menerima kenaikan pangkat periode 1 Januari 2026. Ia resmi naik pangkat dari AKBP menjadi Kombes Pol, dalam upacara yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, 31 Desember 2025. Kenaikan pangkat tersebut ditegaskan melalui surat telegram yang ditandatangani As SDM Polri Irjen Pol. Anwar atas nama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, AKBP Rise Sandiyantanti, lulusan Akpol 2005, dikenal memiliki karier yang menonjol di bidang lalu lintas dan pembinaan masyarakat. Ia aktif dalam kegiatan pembekalan Bintara dan Tamtama Remaja serta terlibat dalam berbagai aktivitas sosial. Saat ini, Rise menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar.

Hingga kini, data LHKPN milik AKBP Rise Sandiyantanti belum ditemukan dalam basis data publik, sehingga belum diketahui secara pasti laporan harta kekayaannya. Kondisi ini memunculkan perhatian tersendiri di tengah sorotan terhadap pasangan perwira tersebut.

Keberadaan Arisandi dan Rise sebagai pasangan suami-istri yang sama-sama menempati jabatan strategis memperlihatkan dinamika unik di tubuh Polri. Posisi yang mereka emban mencerminkan kepercayaan institusi, namun sekaligus menumbuhkan ekspektasi publik akan keterbukaan, integritas, dan profesionalisme.

Hingga berita ini ditayangkan, AKBP Rise Sandiyantanti belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi. Redaksi akan memperbarui laporan ini setelah LHKPN 2025 resmi dipublikasikan guna memastikan akurasi dan transparansi informasi.

 

Redaksi Kumbanews.com

Pos terkait