Kumbanews.com – Aksi penyampaian aspirasi terkait pemekaran wilayah Luwu Raya yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (12/1/2026), sempat diwarnai ketegangan pada sore hari. Dalam peristiwa tersebut, situasi di sekitar kantor gubernur mengalami dinamika yang cukup intens, disertai dampak pada sejumlah fasilitas di area perkantoran.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, situasi mulai meningkat ketika massa aksi berupaya mendekat ke area dalam kompleks kantor gubernur. Upaya tersebut memicu dorong-dorongan dengan petugas yang tengah berjaga, sehingga suasana yang sebelumnya kondusif berubah menjadi lebih sulit dikendalikan.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel yang berada di garis pengamanan berusaha menjaga batas kawasan agar aktivitas pemerintahan tidak terganggu. Dalam kondisi tersebut, terjadi saling dorong serta lemparan benda keras yang membuat situasi lapangan semakin menantang untuk dikendalikan dalam waktu singkat.
Selain dinamika di barisan pengamanan, aksi tersebut juga berdampak pada fasilitas di sekitar kantor gubernur. Pagar utama kompleks perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kaca pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Sulselbar di area tersebut pecah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Satpol PP menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap jalannya pengamanan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan penyampaian aspirasi masyarakat ke depan dapat berlangsung secara tertib dan aman.
Pihak terkait juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum dalam setiap penyampaian aspirasi agar tujuan yang disuarakan dapat tersampaikan tanpa menimbulkan dampak lanjutan bagi fasilitas publik maupun aktivitas pelayanan pemerintahan.
Hingga Senin malam, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sulsel dilaporkan berangsur kondusif.
Aparat keamanan masih melakukan penjagaan terbatas untuk mengantisipasi perkembangan lanjutan, sementara aktivitas di kawasan perkantoran kembali berjalan normal. (***)





