RS Polri Rilis Identitas 10 Korban Tewas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur

Petugas RS Polri Kramat Jati menerima kantong jenazah korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur untuk proses identifikasi lebih lanjut. (Istimewa)

Kumbanews.com –  Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati merilis identitas 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan bahwa identitas para korban berhasil diungkap melalui pemeriksaan data primer berupa sidik jari jenazah.

Bacaan Lainnya

Ia juga menegaskan seluruh korban yang telah teridentifikasi merupakan perempuan.

“Identitas diperoleh dari hasil pengecekan data primer, yaitu sidik jari jenazah. Semua korban adalah perempuan,” ujarnya.

Daftar 10 Korban Meninggal Dunia:

  1. Tuti Aditasari (31), Cikarang Barat, Bekasi
  2. Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur
  3. Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi
  4. Farida Utami (50), Cibitung, Bekasi
  5. Vica Agnia Fratiwi (23), Cikarang Barat, Bekasi
  6. Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi
  7. Dita Septia Wardany (20), Cibitung, Bekasi
  8. Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan
  9. Arinjani Novita Sari (25), Tambun Selatan, Bekasi
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (23), Tambun Selatan, Bekasi

Proses Identifikasi Berjalan Cepat

Kepala RS Polri, Kombes Pol Prima Heru, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari dan langsung melakukan proses identifikasi intensif.

“RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima sepuluh kantong jenazah, seluruhnya perempuan,” kata Prima.

Hingga Selasa siang, keluarga korban mulai berdatangan ke RS Polri untuk melapor dan memberikan data antemortem. Tercatat sudah tujuh keluarga yang melapor ke posko.

“Proses identifikasi masih berjalan dengan melibatkan tim Inafis, Pusident, dan unsur Polri lainnya,” tambahnya.

Posko Antemortem Dibuka

Pihak kepolisian telah membuka posko antemortem guna mempercepat proses pencocokan data korban dengan pihak keluarga.

Tim forensik juga bekerja sama dengan berbagai unsur kepolisian untuk memastikan identifikasi dapat diselesaikan secepat mungkin.

 

Pos terkait