Roblox Dibatasi! Fitur Chat Dikunci dan Akses Game Disaring, Komdigi Perketat Perlindungan Anak

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan kebijakan pembatasan fitur Roblox sebagai bagian dari penerapan PP Tunas untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. (Istimewa)

Kumbanews.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai memperketat pengawasan platform digital, termasuk game online Roblox, demi melindungi anak-anak di ruang digital.

Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam perlindungan anak.

Bacaan Lainnya

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Roblox menjadi salah satu platform yang sudah menunjukkan komitmen nyata dalam menyesuaikan kebijakannya.

“Roblox telah menyampaikan komitmen kepatuhan setelah melalui pembahasan intensif, mengingat karakteristiknya sebagai platform game yang berbeda dengan media sosial,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Jakarta.

Chat Dikunci Jika Tak Verifikasi

Perubahan paling mencolok adalah penerapan verifikasi usia (age verification) bagi seluruh pengguna di Indonesia. Dari sekitar 45 juta pengguna, diperkirakan 23 juta di antaranya merupakan anak di bawah 16 tahun.

Bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi, fitur komunikasi seperti chat akan otomatis dinonaktifkan.

Kebijakan ini bertujuan menekan risiko interaksi anak dengan orang asing di dalam game, yang selama ini menjadi celah potensi kejahatan digital.

Akses Game Kini Disaring Berdasarkan Usia

Tak hanya chat, Roblox juga mulai membatasi akses game berdasarkan klasifikasi usia. Pengguna dibagi ke dalam beberapa kategori umur, sehingga tidak semua konten bisa diakses bebas.

Anak di bawah 13 tahun, remaja 13–15 tahun, hingga pengguna di atas 16 tahun akan mendapatkan pengalaman berbeda, termasuk pembatasan konten sesuai tingkat kematangan.

Orang Tua Kini Pegang Kendali

Roblox juga menghadirkan fitur kontrol orang tua yang lebih ketat, termasuk pengaturan waktu bermain (screen time) dan pembatasan akses konten.

Dengan fitur ini, orang tua dapat mengontrol durasi bermain hingga menentukan game apa saja yang boleh diakses anak.

Selain itu, sistem juga memungkinkan persetujuan khusus jika anak ingin mengakses game di luar kategori usianya.

AI dan Verifikasi Pengembang

Untuk memastikan keamanan ekosistem, Roblox memperketat verifikasi pengembang serta menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau konten dan interaksi secara real-time.

Platform juga menerapkan sistem evaluasi ulang jika ditemukan perilaku pengguna yang tidak sesuai dengan profil usia.

Perwakilan Roblox, Nicky Jackson Colaco, menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan standar perlindungan anak digital paling ketat saat ini.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda, sekaligus menekan risiko eksploitasi dan paparan konten negatif di platform game online.

Pos terkait