Alat Pendeteksi Tsunami BMKG di Palu Mati saat Gempa 7,4 SR

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengakui alat pendeteksi tsunami, tide gauge, di Palu sempat mati paska gempa 7,4 Skala Richter yang berpusat di Donggala, Sulawesi Tengah, mengguncang. Padahal beberapa jam sebelumnya alat ini masih berfungsi.

Data BMG, tide gauge yang terpasang di dekat Pelabuhan Pantoloan, Palu, masih menyala dan terekam pada pukul 15.45 WIB, Jumat 28 September 2018.

Bacaan Lainnya

“Tapi sebelum kejadian itu (tsunami) kondisinya off kondisi tidak normal,” ujar Supervisor BMKG, Rudi Teguh dilnasir VIVA di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 1 Oktober 2018.

Kemudian, alat deteksi tsunami itu berfungsi kembali pada pukul 03.00 WIB, 29 September 2018. Dan data itu terekam kembali. Namun hingga kini data yang masuk masih tidak normal.

Rudi tidak mengetahui secara pasti apa penyebab matinya tide gauge ketika gempa mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Karena, yang lebih tahu dan berwenang Badan Informasi Geospasial (BIG). “Kita tidak ada konfirmasi dari sana,” ujarnya.

Gempa Donggala yang disusul tsunami di Palu mengakibatkan ratusan warga meregang nyawa. Hingga Senin siang jumlah korban meninggal dunia sebanak 844 orang dan diperkirakan masih bertambah karena banyak wilayah-wilayah yang belum berhasil ditembus tim SAR akibat jalan terputus. Hingga kini proses evakuasi masih berlangsung.

Pos terkait