Bentrokan Ojol dan Mahasiswa UNM di Makassar, Massa Saling Lempar Batu

Bentrokan antara pengemudi ojol dan mahasiswa pecah di kampus UNM Makassar setelah terjadi dugaan perusakan motor saat aksi demonstrasi. (Istimewa)

Kumbanews.com – Bentrokan terjadi antara ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa di kawasan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026) malam.

Kericuhan sempat memanas setelah kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu. Sejumlah fasilitas di area kampus dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk kaca bangunan yang pecah.

Bacaan Lainnya

Insiden bermula ketika mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus UNM sejak sore hari. Demonstrasi tersebut menyoroti kasus tertembaknya remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) yang diduga melibatkan seorang anggota kepolisian.

Motor Ojol Dirusak

Situasi berubah tegang saat seorang pengemudi ojol yang melintas di sekitar lokasi aksi diduga terlibat cekcok dengan massa mahasiswa. Dalam insiden tersebut, sepeda motor milik pengemudi ojol dilaporkan dirusak.

Peristiwa itu memicu solidaritas sesama pengemudi ojol. Tidak lama kemudian, ratusan pengemudi ojol datang ke lokasi untuk mencari pihak yang diduga merusak motor rekannya.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Massa ojol dilaporkan masuk ke area kampus dan terlibat bentrok dengan mahasiswa.

Polisi Turun Tangan

Aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi segera turun tangan untuk meredam situasi. Bentrokan akhirnya berhasil dihentikan dan kedua kelompok perlahan membubarkan diri.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara mahasiswa yang sedang berunjuk rasa dan pengemudi ojol yang melintas di lokasi.

“Awalnya ada demonstrasi. Di saat yang sama masyarakat juga beraktivitas menjelang berbuka puasa dan salat tarawih. Ada pengemudi ojol melintas, lalu terjadi kesalahpahaman hingga motornya dirusak,” kata Arya.

Polisi memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut secara hukum. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan korban dan tengah mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam perusakan.

Hingga kini aparat kepolisian bersama personel TNI masih berjaga di sekitar kampus UNM untuk mengantisipasi kemungkinan kericuhan susulan.

 

Pos terkait