Kumbanews.com – Perkembangan arsitektur prosesor terbuka kian menunjukkan tajinya. Perusahaan pengembang Ubuntu, Canonical, menyatakan optimisme bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Linux berbasis RISC-V untuk berkembang lebih luas di pasar global.
Canonical menilai ekosistem Ubuntu kini semakin matang dalam mendukung arsitektur RISC-V, baik untuk perangkat desktop, server, hingga komputasi edge.
RISC-V sendiri merupakan arsitektur terbuka (open-source) yang memungkinkan pengembang dan produsen chip merancang prosesor tanpa bergantung pada lisensi mahal seperti arsitektur konvensional. Fleksibilitas ini dinilai menjadi daya tarik utama di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi biaya dan kemandirian teknologi.
Canonical menyebut dukungan terhadap RISC-V bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Optimalisasi sistem, pembaruan keamanan, hingga dukungan perangkat lunak diklaim terus diperluas agar mampu bersaing dengan arsitektur yang lebih dulu mapan seperti x86 dan ARM.
Sejumlah produsen perangkat keras juga mulai menunjukkan minat terhadap RISC-V. Hal ini membuka peluang lahirnya lebih banyak laptop, server, hingga perangkat Internet of Things (IoT) berbasis Linux dengan arsitektur terbuka tersebut.
Analis teknologi menilai, jika ekosistem perangkat dan aplikasi terus bertambah, bukan tidak mungkin RISC-V menjadi alternatif serius dalam industri semikonduktor global.
Dengan dorongan komunitas open-source yang kuat serta dukungan perusahaan besar seperti Canonical, 2026 diprediksi menjadi tahun penting bagi ekspansi Linux RISC-V ke pasar yang lebih luas.





