Dosen Kandidat Doktor Bunuh Caleg DPRD Karena Dipaksa Sediakan Uang Rp750 Juta

Kumbanews.com – Pemilu 2019 masih meninggalkan banyak cerita. Di saat masyarakat Indonesia tengah bersiap memberikan suaranya untuk capres-cawapres dan calon anggota legislatif 2019, di Sragen, Jawa Tengah terjadi pembunuhan. Korbannya, seorang caleg DPRD Sragen.

Korban dibunuh oleh seorang perempuan yang tak lain adalah istri sirinya, Nurhayati Kustanti, 41 alias. Nurhayati mengaku nekat membunuh Sugimin karena dipaksa menyediakan uang Rp750 juta. Uang tersebut rencananya akan dibagi-bagikan caleg Partai Golkar itu kepada para calon pemilihnya di Pemilu 2019.

Diketahui, keduanya sudah menikah secara siri sejak 2016. Padahal, masing-masing masih berstatus sebagai istri dan suami orang lain.

1. Uang Rp750 juta dimasukkan ke dalam 15 ribu amplop untuk calon pemilih

Hal itu terungkap dalam gelar perkara di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/4). Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, korban Sugimin juga meminta agar Nurhayati memasukkan uang Rp750 juta ke dalam 15 ribu amplop dengan isi masing-masing Rp50.000.

“Korban rencananya akan membagi-bagikan uang itu kepada para calon pemilihnya dalam Pemilu 2019. Semacam politik uang agar orang-orang memilihnya begitu,” kata Tanti.

2. Korban mengancam akan menculik anak tersangka

Kapolres menambahkan, Nurhayati mengaku tidak sanggup memenuhi permintaan itu karena jumlahnya sangat besar. Korban terus memaksa dan mengancam akan menculik anak Nurhayati yang berusia delapan tahun.

Selama dua tahun terakhir, Nurhayati sering memberi uang ke Sugimin yang jumlahnya berkisar Rp10 sampai Rp20 juta. Karena terus didesak menyediakan uang Rp750 juta, akhirnya muncul niat Nurhayati untuk menghabisi Sugimin.

3. Korban Sugimin dibunuh dengan racun tikus

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Adhitia Mulya Ramdhani menyampaikan, korban Sugimin menemui tersangka di rumahnya untuk mengambil uang Rp750 juta yang dimintanya pada Kamis (11/4). Saat datang, Sugimin mengeluh diare. Saat itulah Nurhayati menjalankan niatnya untuk membunuh Sugimin.

Tersangka memasukkan serbuk racun tikus ke dalam empat kapsul diapet. Dia kemudian meminumkan kapsul berisi racun tikus itu kepada korban tiga kali. Sugimin sempat menjalani rawat inap tiga hari di rumah sakit usai minum racun yang pertama dan kedua.

“Saat minum racun yang ketiga, korban langsung sekarat karena Nurhayati meminumkan dua kapsul sekaligus.Tersangka membawa korban berputar-putar keliling kota, lalu menurunkan dari mobil dan meninggalkannya di pinggir jalan pada Selasa (16/4) malam,” jelas Adhitia.

4. Tersangka adalah kandidat doktor di UNS Solo

Tersangka Nurhayati merupakan seorang dosen di Universitas Kahuripan Kediri. Saat ini, dia juga tercatat sebagai mahasiswa program doktoral di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

“Tersangka itu dosen tetap di Kediri, lulusan sarjana pertanian perguruan tinggi negeri di Bogor, dan lulusan program magister di UNS,” ujar Kasatreskrim.

5. Tersangka sering marah dan bersikap kasar pada suaminya

Nurhayati Kustanti dan Sugimin. Foto:Polres Wonogiri

Menurut beberapa tetangganya di Kelurahan Giriwono, Wonogiri, Nurhayati dikenal sombong dan pilih-pilih dalam bergaul. Tersangka juga sering memarahi suaminya, Nurwanto, dengan kasar.

“Dia seperti orang kalap kalau memarahi suaminya, emosinya tidak terkontrol. Sikapnya sehari-hari terhadap suami juga kasar. Tapi kami tetap kaget saat mendengar informasi dia membunuh,” kata Marwoto, seorang tetangganya. (*)

 

Idn Times

Pos terkait