Gejolak Global: Penangkapan Maduro Hantam Rupiah, Emas Melonjak

Rupiah tertekan tajam terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, mendorong ketidakpastian pasar global. (Ilustrasi)

Kumbanews.com – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat menimbulkan ketegangan geopolitik global. Imbasnya, rupiah tertekan sementara harga emas domestik melonjak.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai aksi militer sepihak AS mendorong investor menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Bacaan Lainnya

“Setiap eskalasi konflik internasional memicu arus modal keluar dari pasar emerging market. Indonesia tidak lepas dari tekanan sentimen global ini,” ujar Ibrahim, Senin (5/1/2026).

Nilai tukar rupiah berpotensi melemah seiring meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini memperkuat kenaikan harga emas domestik, meski harga emas dunia relatif stabil.

Ibrahim menambahkan, harga emas di Indonesia bisa melonjak ke rentang Rp 2.518.000 – Rp 2.610.000 per gram jika harga emas dunia naik ke USD 4.426 – USD 4.505 per troy ounce.

“Penangkapan Maduro menunjukkan betapa cepat geopolitik global bisa memengaruhi pasar. Harga emas kemungkinan naik signifikan, sementara rupiah melemah,” jelasnya.

Tekanan terhadap rupiah diperkuat arus modal keluar dari obligasi dan saham. Investor beralih ke emas sebagai aset aman, mempersempit ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.

“Selama sentimen geopolitik masih dominan, tren kenaikan emas akan berlanjut, dan rupiah akan sangat bergantung pada stabilitas global serta respons kebijakan ekonomi,” pungkas Ibrahim. (***)

Pos terkait