Kumbanews.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan institusi Polri di bawah kementerian. Ia menilai, struktur Polri yang langsung berada di bawah Presiden sudah paling tepat dan ideal dalam sistem ketatanegaraan saat ini.
Sikap tersebut disampaikan Listyo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Senin (21/1/2026). Dalam forum itu, ia menegaskan Polri harus tetap berdiri sebagai alat negara yang independen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang keamanan dan penegakan hukum.
“Dengan segala hormat, kami dari institusi Polri menolak apabila ada usulan Polri berada di bawah kementerian tertentu,” ujar Listyo di hadapan anggota dewan.
Pernyataan Kapolri tersebut langsung mendapat respons berupa tepuk tangan dari peserta rapat. Ia menilai, menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi, negara, bahkan posisi Presiden.
Listyo bahkan menyampaikan dirinya lebih memilih dicopot dari jabatan Kapolri dibanding harus menyetujui pembentukan kementerian kepolisian atau menjadikan Polri berada di bawah kementerian.
“Jika pilihannya Polri tetap di bawah Presiden atau Polri di bawah Presiden tapi ada menteri kepolisian, maka saya memilih Kapolrinya saja yang diganti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolri mengungkapkan dirinya sempat menerima pesan pribadi yang menawarkan jabatan menteri kepolisian. Tawaran tersebut secara tegas ia tolak.
“Kalau saya harus memilih, saya lebih baik menjadi petani daripada menjadi menteri kepolisian,” kata Listyo.
Menurutnya, posisi Polri di bawah Presiden memungkinkan koordinasi berjalan lebih cepat dan efektif, tanpa perantara birokrasi yang berpotensi memunculkan konflik kewenangan atau ‘matahari kembar’ dalam pemerintahan.
“Ketika Presiden membutuhkan Polri, kami bisa langsung bergerak. Ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Listyo kembali menegaskan bahwa perubahan struktur yang menempatkan Polri di bawah kementerian justru berisiko melemahkan negara secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran Polri tetap berpegang pada prinsip tersebut.





