Dari Lima Baskom Gagal ke Ratusan Porsi Kapurung Sehari di Rumah Kapurung Pandang Raya

Dari lima baskom kapurung gagal hingga ratusan porsi sehari, Ibu Titin membuktikan: ketekunan dan cinta pada proses membuat semua berbeda. Rumah Kapurung Pandang Raya, Makassar, tetap konsisten melayani dengan hati selama 14 tahun.

Kumbanews.com – Titin, seorang ibu rumah tangga, membuktikan bahwa ketekunan dan cinta pada proses bisa membuat perbedaan besar. Rumah Kapurung Pandang Raya, Makassar, konsisten menyajikan kapurung dengan hati selama 14 tahun, dari dapur kecil hingga menjadi bagian dari denyut kuliner kota.

Tak semua dapur melahirkan kehangatan. Ada dapur yang menyimpan kegagalan, air mata, dan kesabaran yang dipendam bertahun-tahun. Pernah berdiri di depan lima baskom kapurung yang harus dibuang, bukan karena tak laku, tetapi karena belum layak disajikan. Hari itu, ia belajar satu hal penting: usaha yang jujur memang sering menyakitkan di awal, tetapi selalu menemukan jalannya di akhir.

Bacaan Lainnya

Sekitar 2009–2010, hidup membawanya ke persimpangan yang tak pernah direncanakan. Butik yang sempat dibuka harus ditutup karena anaknya membutuhkan perhatian penuh. Dari situ muncul ide dari sang ibu: membuka warung kapurung.

Awalnya, ragu dan bahkan tidak terlalu menyukai dunia kuliner. Lima baskom adonan kapurung gagal dan terpaksa dibuang. Namun ia mengambil keputusan penting: tidak menyerah dan tidak berkompromi dengan kualitas.

Ia tetap membuka dapur kecilnya, melayani siapa pun yang datang, tanpa mimpi besar. Dalam benaknya kala itu, usaha ini mungkin hanya akan bertahan satu tahun. Nyatanya, warung kecil itu hidup hingga 14 tahun kemudian.

Mengolah adonan sagu menjadi kapurung adalah tahap paling krusial. Banyak orang gagal di bagian ini.

“Setelah satu bulan saya jalani terus, akhirnya saya bisa,” katanya. Tahun pertama berjalan sunyi, tahun kedua belum banyak berubah, namun memasuki tahun ketiga, kesabaran mulai berbuah. Pelanggan datang kembali, dan nama warung perlahan dikenal.

Kini, Rumah Kapurung Pandang Raya mampu menyajikan hingga 200 porsi sehari saat ramai, dan sekitar 50 porsi di hari sepi. Jumlah karyawan bertambah, sebagian telah bekerja hingga 10 tahun. Di balik sikap ramah, pemilik dikenal tegas dan disiplin. Filosofinya sederhana namun kuat:

“Kalau kita menyajikan makanan untuk orang lain, itu sama saja dengan kita yang akan memakan makanan tersebut.”

Semua bahan harus fresh, cabai diulek langsung, dan bumbu diganti jika lebih dari tiga jam. Racikan kapurung pun tidak diserahkan sembarangan. Pegawai tidak diperkenankan meracik bumbu utama, hanya keluarga yang boleh menggantikan. Kebersihan dapur dan ruang makan dijaga ketat.

Kesetiaan pada proses membuka pintu kepercayaan. Rumah Kapurung Pandang Raya pernah dipercaya menyiapkan pesanan besar untuk Hotel Aston Makassar, Rumah Sakit Siloam, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan berbagai kantor di Kota Makassar. Semua dilayani dengan standar sama.

Kualitas tetap dibanderol harga terjangkau: kapurung ayam, ikan, atau udang dijual Rp27.000; varian kombinasi seperti ayam–udang, ikan–udang, atau ayam–ikan Rp30.000; menu lengkap ayam, ikan, dan udang Rp34.000. Menu lain seperti parede/palumara Rp20.000, lawa jantung pisang Rp15.000, dan ongol-ongol Rp13.000. Bagi pemilik, harga bukan sekadar angka, tetapi komitmen agar makanan yang dibuat dengan sepenuh hati tetap bisa dinikmati banyak orang.

Pandemi menjadi ujian tersendiri. Aktivitas melambat, pengunjung berkurang, namun warung tetap buka setiap hari dari Senin hingga Minggu. Lokasinya di Jalan Pandang Raya No. 1A, tepat di depan Kampus STIE AMKOP, Makassar. Warung ini bukan hanya tempat makan, tetapi ruang belajar tentang kesabaran, disiplin, dan kejujuran.

“Awalnya saya pikir usaha ini hanya bertahan setahun. Tapi prosesnya mengajarkan banyak hal: selama kita jujur pada rasa dan sabar menjalaninya, hasil dan rezeki akan datang dengan caranya sendiri.”

 

Editor: Musfirah

 

Alamat:📍 Rumah Kapurung Pandang Raya, Jalan Pandang Raya No. 1A, tepat di depan Kampus STIE AMKOP, Makassar

Pos terkait