Mahasiswi Universitas Negeri Manado Diduga Bunuh Diri Usai Mengalami Kekerasan Seksual, Kampus Menunggu Hasil Pemeriksaan Satgas

Surat berisi curhatan mahasiswi Manado sebelum tewas gantung diri (Foto: istimewa)

Kumbanews.com – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EM ditemukan tewas diduga gantung diri pada Selasa, 30 Desember 2025. Dugaan sementara, kematian korban terkait depresi akibat kekerasan seksual yang dialami dari seorang dosen.

Pihak Unima membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual yang disampaikan EM pada 19 Desember 2025. Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) memproses laporan itu tiga hari kemudian.

Bacaan Lainnya

“Kami menyampaikan turut berduka sedalamnya atas kejadian ini,” kata Kepala Biro Akademik Unima, Irwany Maki, Rabu (31/12/2025).

Pada hari kematian mahasiswi tersebut, pihak kampus memanggil dosen yang diduga melakukan kekerasan seksual untuk dimintai keterangan.

Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar surat rekomendasi ke Rektor untuk pembebasan sementara tugas fungsional dosen bersangkutan. Langkah ini bersifat prosedural, dan jika sanksi administratif berat dijatuhkan, akan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 94.

Kegagalan Kampus Ciptakan Ruang Aman

Kasus ini menyoroti masalah kekerasan seksual di kampus yang sering tersembunyi. Kriminolog Dr. Ferlansius Pangalila menekankan bahwa kejadian ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari fenomena sistemik. Banyak korban memilih diam karena takut risiko akademik dan sosial.

“Tragedi ini memaksa kita melihat bahwa di balik statistik sepi, terdapat penderitaan nyata. Kekerasan seksual di kampus adalah kejahatan laten yang tinggi, bukan karena jarang terjadi, tapi sulit diungkap,” ujarnya.

Dr. Ferlansius menambahkan, relasi dosen-mahasiswa secara struktural tidak setara, sehingga potensi penyalahgunaan kuasa cukup besar. Dosen menjadi pengajar sekaligus penilai akademik, yang menempatkan mahasiswa dalam posisi rentan jika melapor.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan solusi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, segera hubungi tenaga kesehatan jiwa di fasilitas terdekat, aplikasi Sahabatku, atau Call Center Halo Kemenkes 1500-567. (***)

Pos terkait