Negara Tercepat dan Paling Lama Buka Puasa di Dunia, Selisihnya Bisa Lebih dari 10 Jam

Perbedaan durasi puasa di dunia. Dari sekitar 11 jam di Argentina hingga hampir 20 jam di Islandia dan Norwegia, Ramadhan tetap dijalani dengan semangat yang sama di setiap belahan bumi. (Ilustrasi)

Kumbanews.com – Negara tercepat buka puasa dan paling lama di dunia saat Ramadhan. Perbedaan durasi puasa dipengaruhi letak geografis dan panjang siang hari.

Negara Tercepat Buka Puasa dan Paling Lama di Dunia

Bacaan Lainnya

Setiap bulan Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, tahukah Anda bahwa durasi puasa di setiap negara bisa sangat berbeda? Ada negara yang berbuka puasa lebih cepat, sementara di wilayah lain umat Muslim harus menahan lapar dan dahaga jauh lebih lama.

Perbedaan ini terjadi karena faktor letak geografis, posisi matahari, serta perbedaan panjang siang dan malam di berbagai belahan dunia.

Negara dengan Durasi Puasa Tercepat

Beberapa negara di belahan bumi selatan umumnya mengalami siang yang lebih pendek saat Ramadhan jatuh pada periode tertentu. Salah satu negara dengan durasi puasa relatif singkat adalah:

🇦🇷 Argentina

Di negara seperti Argentina, durasi puasa bisa berkisar antara 11 hingga 12 jam, tergantung musim. Karena letaknya di belahan bumi selatan, saat negara-negara utara mengalami siang panjang, Argentina justru memiliki waktu siang yang lebih singkat.

🇿🇦 Afrika Selatan

Negara seperti Afrika Selatan juga termasuk yang memiliki durasi puasa lebih pendek, rata-rata sekitar 11–12 jam pada periode tertentu.

Negara dengan Durasi Puasa Paling Lama

Sebaliknya, negara-negara yang berada di wilayah utara bumi, khususnya mendekati Kutub Utara, bisa mengalami siang hari yang sangat panjang.

🇮🇸 Islandia

Di Islandia, durasi puasa bisa mencapai 18 hingga 20 jam saat musim panas. Bahkan di beberapa kota, matahari hampir tidak terbenam sepenuhnya.

🇳🇴 Norwegia

Kondisi serupa juga terjadi di Norwegia. Umat Muslim di sana dapat berpuasa hingga 19–20 jam, terutama di wilayah utara seperti Tromsø.

Mengapa Durasi Puasa Berbeda?

Perbedaan durasi puasa disebabkan oleh:

a. Letak lintang geografis

b. Perbedaan musim

c. Panjang siang dan malam

d. Posisi matahari terhadap garis khatulistiwa

Negara yang dekat dengan khatulistiwa, seperti Indonesia, cenderung memiliki durasi puasa stabil sekitar 13 jam sepanjang tahun.

Bagaimana Jika Matahari Tidak Terbenam?

Di beberapa wilayah ekstrem dekat Kutub Utara atau Selatan, ada periode di mana matahari tidak terbenam atau tidak terbit sama sekali. Dalam kondisi ini, umat Islam biasanya mengikuti jadwal puasa negara terdekat yang memiliki siklus siang-malam normal, atau mengikuti waktu di kota suci seperti Makkah.

Kesimpulan

Negara tercepat buka puasa umumnya berada di belahan bumi selatan dengan durasi sekitar 11 jam. Sementara itu, negara paling lama buka puasa bisa mencapai 20 jam, terutama di kawasan Skandinavia dan Eropa Utara.

Perbedaan ini menjadi bukti bahwa Ramadhan dijalani dengan tantangan berbeda di setiap penjuru dunia. Meski durasi tak sama, semangat ibadah dan keikhlasan tetap menjadi esensi utama bulan suci.

Pos terkait