Soal Tampang Boyolali, Polisi Kemungkinan Akan Hentikan Kasus Prabowo

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Polda Metro Jaya membuka kemungkinan untuk menghentikan laporan yang dibuat seorang warga bernama Dakun terhadap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Prabowo dilaporkan terkait ucapannya yang dianggap menghina masyarakat Boyolali, Jawa Tengah.

“Nanti kita cek, apakah ini pidana atau bukan. Kalau bukan pidana akan kita hentikan penyelidikannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, Argo mengatakan penyidik masih mempelajari laporan itu. Belum ada rencana polisi akan memanggil saksi maupun pelapor.

“Memang kita sudah menerima laporan itu. Ini akan jadi bahan evaluasi penyidik terlebih dahulu,” ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga turut berkoordinasi dengan Bawaslu mengenai laporan ini karena dilakukan di saat masa kampanye Pilpres 2019. Polda Metro berkoordinasi untuk mencari apakah ada dugaan pidana atau tidak dalam laporan ini.

“Kita tetap koordinasi dengan Bawaslu, apakah ini tindak pidana atau bukan,” ujar Argo.

Sebelumnya, seorang warga bernama Dakun yang berasal dari Teras Boyolali melaporkan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya. Prabowo dilaporkan terkait dengan ucapannya dalam sebuah pidato yang diduga telah menghina masyarakat Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10).

Dalam penggalan pidato Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyinggung tampang orang Boyolali yang tak pernah masuk ‘hotel mahal’. Ucapan itu kemudian menimbulkan banyak pro-kontra.

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St. Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” kata Prabowo.

Pos terkait