20 Siswa dan Guru Diseruduk Mobil SPPG: Fahira Idris Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Mobil Daihatsu Gran Max, yang digunakan untuk mengangkut program Makanan Bergizi Gratis (MBG), menabrak siswa SD di Jakarta. (Istimewa)

Kumbanews.com – Insiden mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak 20 siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru I, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 11 Desember 2025, memicu desakan tindakan cepat dari berbagai pihak. Seluruh korban diminta segera mendapatkan perawatan medis terbaik dan pendampingan penuh bagi keluarganya.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa karena menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

“Peristiwa ini menuntut tindakan cepat dan terukur. Semua pihak terkait harus menjadikannya prioritas,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Fahira memerinci lima langkah darurat yang harus segera dilakukan.
Pertama, kepolisian diminta mengusut tuntas penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian, prosedur yang salah, kondisi pengemudi, serta kelaikan kendaraan. Laporan awal menunjukkan mobil dikendarai sopir pengganti, bukan sopir tetap.

Kedua, dilakukan evaluasi menyeluruh SOP operasional mobil SPPG, mulai dari rekrutmen sopir, pelatihan, pemeriksaan kesehatan, hingga pengecekan laik jalan sebelum beroperasi.

Ketiga, pengawasan terhadap mitra pelaksana SPPG harus diperketat. Seluruh proses rekrutmen dan pemeliharaan kendaraan harus mengikuti standar keamanan yang semestinya.

Keempat, akses keluar-masuk kendaraan operasional ke lingkungan sekolah perlu ditata ulang. Jalur pengantaran tidak boleh langsung bersinggungan dengan aktivitas siswa.

Kelima, seluruh siswa yang menjadi korban maupun yang menyaksikan kejadian harus mendapat pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma.

“Kita harus memastikan kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan,” tegas Fahira. (***)

 

Pos terkait