Kumbanews.com – Tim SAR gabungan menemukan jenazah yang diduga pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono, di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) sore. Identitas korban diperkuat dengan ditemukannya nametag yang masih melekat pada tubuh korban.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA di lereng curam, berjarak kurang lebih 100 meter dari titik jatuh bagian kepala pesawat, pada kedalaman sekitar 300 meter di dalam jurang. Di sekitar lokasi, tim juga menemukan serpihan mesin pesawat.
Anggota Tim SAR gabungan, Saiful Malik, mengungkapkan korban pertama kali terlihat dalam posisi tengkurap di lereng terjal. Tim sempat memastikan kondisi sekitar sebelum mendekat karena medan yang sangat berbahaya.
“Korban ditemukan di lereng curam, posisi tengkurap. Setelah tim lengkap datang, kami pastikan jenis kelamin perempuan dan terlihat jelas masih ada nametag,” kata Saiful, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan pengamatan awal, kondisi tubuh korban relatif utuh. Namun, terdapat luka patah pada kaki kanan. Korban mengenakan seragam ATR, sepatu kets, dan celana jins. Setelah kantong jenazah tiba, tim segera melakukan pengemasan dan memindahkan korban ke jalur evakuasi utama.
Sementara itu, anggota Tim SAR dari Yonmarhanlan Makassar, Serda Marinir Syamsul Alam, menyebut proses evakuasi terkendala cuaca buruk. Kabut tebal dan jalur terjal membuat jarak pandang hanya sekitar satu meter.
“Posisi korban sangat dekat dengan serpihan pesawat, bahkan tersangkut di batang kayu. Kalau tidak tertahan, kemungkinan besar jenazah sudah jatuh lebih dalam,” jelas Syamsul.
Akibat kondisi cuaca ekstrem di Gunung Bulusaraung, jenazah korban belum dapat langsung dievakuasi ke posko SAR dan menunggu situasi memungkinkan.





