Senyum Santri dan Pelukan Polantas: Cerita Hangat dari Panti Asuhan Mustaqimah Gowa

Polantas Gowa berbagi senyum dan sembako di Panti Asuhan Mustaqimah. Hadir dengan kasih, mengajarkan arti kepedulian dan keselamatan.

Kumbanews.com – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti halaman Yayasan Arrahmi Panti Asuhan Mustaqimah di Jalan Andi Tonro, Kabupaten Gowa, Jumat (24/10/2025). Sejak pagi, anak-anak panti tampak antusias menyambut kedatangan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa yang hadir membawa semangat kebaikan melalui program “Polantas Menyapa.”

Dipimpin Ipda Sumiati Syam bersama Aiptu Ahriansa dan Bripda Rifky Putra Pratama, kegiatan ini menggabungkan dua misi mulia berbagi sembako dan memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para santri.
Bagi anak-anak panti, kedatangan para polisi berseragam itu bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan membahagiakan.

Bacaan Lainnya

“Anak-anakku harus jadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Patuhi rambu, lindungi diri, dan ingat bahwa disiplin di jalan adalah bentuk kasih sayang pada sesama,” ucap Ipda Sumiati penuh kelembutan, disambut senyum malu-malu para santri.

Dalam kegiatan itu, para personel Satlantas juga menjelaskan tentang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan jenis pelanggaran yang bisa terjaring oleh sistem tersebut. Sosialisasi berjalan hangat, penuh tawa dan rasa ingin tahu dari anak-anak yang sesekali mengacungkan tangan untuk bertanya.

“Polisi hari ini datang bukan untuk menilang, tapi untuk menyapa dan mengasihi,” ujar AKP Muhammad Muaz, S.Sos, Kasat Lantas Polres Gowa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat, pelindung, dan bagian dari keluarga masyarakat.”

Senyum bahagia makin merekah saat para Polantas membagikan paket sembako kepada pengasuh dan santri panti. Tak sedikit anak-anak yang spontan memeluk para petugas dengan wajah sumringah.

Pengasuh Panti Asuhan Mustaqimah, Ustazah Rahma, tak mampu menahan haru.

“Kami merasa sangat tersentuh. Anak-anak di sini butuh kasih sayang, dan hari ini mereka mendapatkannya dari sosok yang mungkin dulu mereka anggap menakutkan. Terima kasih sudah datang dengan hati,” ujarnya lembut.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, diiringi rasa syukur dan suasana kekeluargaan yang hangat. Di balik peluit dan seragam, para Polantas Gowa menunjukkan sisi paling manusiawi mereka bahwa pengabdian bukan hanya tugas, tapi juga panggilan hati.

 

Editor: M. Yusuf

 

 

Pos terkait