13 Tahun Menanti, Rafflesia Hasseltii Mekar! Ekspedisi Penuh Risiko di Hutan Sumbar

Septian Andriki dan tim menelusuri hutan Jorong Batang Somi, Sijunjung, untuk menemukan Rafflesia Hasseltii, bunga langka yang mekar setelah 13 tahun pencarian. (Foto: istimewa)

Kumbanews.com – Pegiat konservasi Septian Andriki berhasil menemukan bunga Rafflesia Hasseltii, spesies langka dan parasit, dalam ekspedisi di hutan Jorong Batang Somi, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penemuan ini terjadi setelah perjuangan panjang Septian selama 13 tahun.

“Dalam perjuangan ini, menyaksikan Rafflesia Hasseltii mekar sempurna, saya merasa sangat beruntung. Sepanjang jalan saya berzikir,” kata Septian dilansir Liputan6, Jumat (21/11/2025).

Rafflesia Hasseltii tumbuh di habitat Harimau Sumatera, tepatnya di perbukitan karst dengan ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Tim ekspedisi harus menempuh perjalanan darat selama 20 jam dari Bengkulu, lalu trekking 3 jam menembus hutan lebat untuk mencapai lokasi.

Ekspedisi ini melibatkan empat orang, termasuk Septian, seorang perwakilan BRIN, pemandu lokal Iwan, dan ilustrator botanis Chris Thorogood dari Oxford Botanic Garden. Tantangan berat muncul ketika satu anggota tim harus mundur karena kondisi fisik, sehingga tim terbagi menjadi dua.

Septian menggambarkan momen emosional saat bunga mulai mekar. “Saya menangis sambil mengucap takbir, lampu HP saya nyalakan untuk menerangi Rafflesia yang hampir mekar sempurna,” ujarnya. Bunga ini memiliki kelopak lebih kecil, membuat durasi mekarnya lebih singkat dibanding jenis Rafflesia lain.

Proses pertumbuhan Rafflesia Hasseltii melalui tiga fase: awal kemunculan (1-2 bulan), bentuk bulat seperti kelapa hitam (4-5 bulan), dan fase mekarnya yang hanya berlangsung satu jam. Dokumentasi dilakukan terbatas karena keterbatasan baterai dan sinyal.

Ketertarikan Septian pada Rafflesia berawal dari buku tentang bunga ini saat masih menjadi guru olahraga. Ia kemudian melakukan berbagai ekspedisi hingga menemukan Rafflesia Kemumu pada 2017 di Bengkulu. Saat ini, lima jenis Rafflesia endemik ditemukan di Bengkulu, termasuk Arnoldi, Gadutensis, Bengkuluensis, Kemumu, dan Hasseltii.

Septian menegaskan, “Rafflesia bersifat parasit. Tumbuh di satu inang, dia akan melukai inangnya, itu simbiosis.” Penemuan terbaru ini juga didokumentasikan untuk Google agar literasi mengenai Rafflesia di Indonesia semakin lengkap. (***)

 

Pos terkait