Klarifikasi Tak Tuntas: Publik Masih Menunggu Jawaban Nyata BNI soal Dugaan KUR Dipersulit

BNI Mattoangin, Jalan Cendrawasih No. 153-155, Kelurahan Mario, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.(Foto: Kumbanew.com)

Kumbanewa.com – Dugaan pemersulitan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BNI Mattoangin kembali menjadi sorotan publik. Setelah tiga kali laporan masyarakat diterbitkan Kumbanews, respons resmi yang ditunggu belum juga muncul dari pihak cabang, meski sebelumnya BNI pusat telah mengeluarkan klarifikasi normatif terkait pemberitaan sebelumnya.

Sejumlah warga mengaku mengalami hambatan saat mengurus KUR, mulai dari berkas lengkap yang tidak ditindaklanjuti, proses yang berlarut tanpa alasan jelas, hingga komunikasi yang terputus di tengah jalan. Polanya berbeda, namun ceritanya mirip: pelayanan yang dianggap tidak transparan dan tidak memberikan kepastian.

Bacaan Lainnya

LSM dan pemerhati pelayanan publik menilai situasi ini sudah masuk kategori “indikasi ketidakberesan prosedur”, terutama jika laporan masyarakat muncul berulang dengan pola yang sama.

Di sisi lain, OJK sudah menegaskan bahwa skema KUR seharusnya mudah diakses, cepat diproses, dan tidak boleh dipersulit oleh bank penyalur.

Klarifikasi BNI Dianggap Belum Menjawab Inti Persoalan

BNI pusat sebelumnya sempat memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di Kumbanews. Namun klarifikasi tersebut dinilai publik terlalu umum dan tidak menyentuh dugaan permasalahan yang dilaporkan warga di lapangan.

Poin-poin seperti: Apakah ada antrean prioritas. Apakah ada penyimpangan SOP. Apakah ada proses verifikasi yang berlarut tanpa alasan, dan bagaimana BNI menangani keluhan warga secara spesifik itu tidak muncul dalam klarifikasi tersebut. Hal inilah yang membuat publik masih bertanya-tanya.

Suara Publik Menguat: BNI Diminta Lebih Transparan

Sorotan masyarakat semakin tajam karena KUR adalah program pemerintah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama pelaku UMKM. Ketika prosesnya diduga dipersulit, dampaknya langsung terasa pada keberlangsungan usaha rakyat kecil.

Beberapa kelompok masyarakat dan LSM menilai bahwa BNI, sebagai bank besar milik negara, semestinya menunjukkan standar pelayanan yang lebih terbuka dan responsif.

“Diam terlalu lama justru menimbulkan asumsi,” ujar salah satu aktivis pemantau pelayanan publik.

Publik Menunggu Respons Cabang

Hingga berita ini diterbitkan, BNI Mattoangin belum memberikan keterangan lanjutan mengenai laporan warga yang kembali bermunculan. Publik menilai pernyataan lanjutan dari cabang sangat penting untuk memberikan kejelasan, menepis keraguan, serta memastikan tidak ada potensi kesalahan prosedur dalam penyaluran KUR.

Kumbanews akan terus memantau perkembangan ini dan membuka ruang bagi BNI untuk memberikan penjelasan lebih detail terkait proses dan kebijakan penyaluran KUR di wilayah tersebut.

Transparansi bukan hanya kebutuhan publik, tetapi juga modal utama kepercayaan.

 

Redaksi Kumbanews.com

Pos terkait