Kumbanews.com – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan timnya harus menganggap sisa musim sebagai delapan laga final demi mengamankan tiket ke Liga Champions.
Persaingan di papan atas Serie A semakin ketat. Juventus saat ini masih berjuang menembus empat besar klasemen agar bisa tampil di kompetisi elite Eropa musim depan.
Performa Si Nyonya Tua dalam beberapa laga terakhir belum konsisten. Dari tujuh pertandingan terakhir, Juventus hanya mampu meraih dua kemenangan, yang membuat posisi mereka tertahan di peringkat kelima.
Semua Laga Jadi Penentuan
Spalletti menilai fase akhir musim menjadi momen krusial. Ia menegaskan setiap pertandingan harus diperlakukan layaknya laga hidup-mati.
“Ini adalah sprint akhir yang penting. Ketika Anda mengatakan ada delapan final, memang seharusnya seperti itu bagi Juventus,” ujar Spalletti.
Menurutnya, tuntutan untuk selalu tampil maksimal sudah menjadi standar di klub sebesar Juventus.
Tak Ada Ruang Kesalahan
Spalletti juga menekankan timnya tidak boleh terpeleset di sisa pertandingan. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin mencapai target.
Laga melawan Genoa disebut sebagai ujian penting untuk memulai kebangkitan. Hasil positif akan menjadi modal menghadapi pertandingan berat berikutnya.
“Kami harus memberikan yang terbaik. Tidak ada margin untuk kesalahan,” tegasnya.
Fokus, Bukan Masa Depan
Di tengah tekanan, Spalletti memilih tidak memikirkan masa depannya bersama klub. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah performa tim di lapangan.
“Kami memiliki hubungan yang baik dan akan ada waktu untuk membahasnya. Tidak perlu sekarang,” ujarnya.
Dengan persaingan yang semakin ketat, Juventus dituntut tampil konsisten di setiap laga jika ingin mengamankan posisi di zona Liga Champions.





