Di Bawah Tekanan Sorotan Publik, Kapolres Maros Naikkan Kasus Penganiayaan Diduga Libatkan Oknum Polisi ke Penyidikan

Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait peningkatan status kasus dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan oknum polisi ke tahap penyidikan, di Mapolres Maros. (Foto: Humas Polres Maros)

Kumbanews.com – Di tengah sorotan publik yang kian menguat, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya akhirnya menaikkan status dugaan kasus penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian ke tahap penyidikan.

Keputusan tersebut diambil setelah penyidik mengantongi hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti yang dinilai memenuhi unsur pidana.

Bacaan Lainnya

Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, saat diwawancarai sejumlah wartawan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan objektif, tanpa memberikan perlindungan kepada anggota yang terbukti melanggar hukum.

“Jika terbukti bersalah, personel yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, baik melalui mekanisme etik kepolisian maupun pidana umum,” tegas Douglas, Sabtu (3/1/2026).

Peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Maros setelah memeriksa 15 orang saksi, dengan 13 di antaranya merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Maros. Seluruh saksi saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Maros.

Langkah tersebut dinilai sebagai respons institusi atas tekanan dan perhatian publik terhadap dugaan tindakan represif yang melibatkan oknum aparat, sekaligus menjadi ujian komitmen pimpinan dalam menegakkan hukum di internal kepolisian.

Dalam keterangannya, Kapolres Maros juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban, keluarga korban, serta masyarakat atas insiden yang terjadi.

“Atas nama pimpinan Polres Maros, saya menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta masyarakat mempercayakan proses hukumnya kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu, video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi korban dengan darah keluar dari mulut dan hidung, yang memicu reaksi histeris dari pihak keluarga dan memperkuat atensi publik terhadap kasus tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Maros juga sempat menyampaikan adanya kemungkinan pelaku bukan anggota Polri, melainkan oknum yang mengaku sebagai polisi.

Untuk mendalami seluruh kemungkinan tersebut, Polres Maros menurunkan dua tim khusus, masing-masing dari Propam dan Satreskrim.

“Propam dan Reskrim yang turun melakukan pendalaman. Termasuk kemungkinan pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi, itu masih kami dalami, “kata Douglas.

 

 

Editor: M. Yusuf

 

Pos terkait