Kalapas Bulukumba: Saat Ini Bukan Zamannya Kekerasan, Kami Menciptakan Lingkungan yang Lebih Sehat

Kumbanews.com – Kepala Lapas Kelas llA Bulukumba, Akbar
membantah adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di lingkungan Lapas yang dipimpinnya. Bantahan ini menanggapi tuduhan sejumlah pihak, terkait pembakaran pakaian milik warga binaan yang diduga dilakukan petugas Lapas, Selasa ( 22/07/2025).

“Petugas Lapas tidak membakar semua pakaian. Hanya yang di anggap mencurigakan dan berisiko saja. Sebagai gantinya, kami telah menyediakan pakaian penganti yang layak untuk setiap narapidana agar tetap berpakaian dengan nyaman, ” ucap Akbar kepada kumbanews.

Bacaan Lainnya

Lanjut, Akbar dalam keterangannya kepada kumbanews, mengaku bahwa seluruh pembinaan di dalam Lapas dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku, dan langkah tersebut merupakan upaya penertiban dan pembersihan di lingkungan hunian lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas llA Bulukumba.

“Kami melihat ada potensi penyalahgunaan barang pribadi seperti, pakaian yang bisa dijadikan sarana menyembunyikan narkoba atau alat komunikasi ilegal. Pembakaran itu adalah bentuk penegakan disiplin dan langkah preventif,” terang Akbar melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi kumbanews, Selasa (22/07).

Lebih jauh, Akbar menambahkan pihaknya saat ini sedang melakukan penataan ulang lingkungan kamar hunian. Termasuk menertibkan rak dan lemari kayu yang dirakit sendiri oleh warga binaan. Karena benda benda itu rawan di salahgunakan dan tidak sesuai standar keamanan.

” Semua sudah kami tertibkan rak dan lemari kayu yang dirakit oleh warga binaan, ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan terutama peredaran barang haram narkotika dan HP. Dan ini dilakukan secara terukur dan atas dasar pertimbangan bersama petugas, sebagai bagian dari strategi pembinaan yang bertujuan membentuk lingkungan lapas yang bersih,aman,dan bebas dari praktik ilegal, ” tuturnya.

Akbar juga menyayangkan beberapa media menggiring narasi seolah – olah pihak Lapas Bulukumba bersikap tidak manusiawi kepada warga binaan.

“Saat ini bukan zamannya lagi kekerasan. Tidak ada kekerasan, cuma terkadang judul berita saja yang rasanya memilih kata atau kalimat yang kurang pas. Insya Allah, tidak ada kekerasan di Lapas sebagai mana judul berita itu. Sekali saya tegaskan bahwa apa yang kami lakukan adalah penertiban, penciptaan lingkungan yang lebih sehat, lebih baik, serta penegakan aturan tata tertib yang semua berujung pada keinginan dan harapan kami membersihkan lingkungan Lapas dari penyalahgunaan narkoba dan alat komunikasi ilegal dan mohon dukungan, “demikian Kalapas Bulukumba.

Diketahui kasus pembakaran yang diduga dilakukan petugas Lapas Bulukumba viral, setelah beberapa media memberitakan kejadian tersebut, bahwa oknum Lapas Bulukumba membakar baju salah satu warga binaan. Selain membakar baju, warga binaan itu juga ditempatkan di ‘Sel Merah’ sehingga membuat mentalnya sempat drop.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga binaan berinisial R. Ia mengaku melihat rekannya di tempatkan ke dalam ” Sel Merah ” Selama dua bulan, sebelum akhirnya di pindahkan ke Lapas Bone.

“T Pak yang dimasukkan kedalam sel merah selama 2 bulan, sampai stres hampir dia tikam itu petugas sebelum dipindahkan ke Lapas Bone, kemudian pakaian dan kasurnya itu dibakar juga sama petugas,” katanya, Senin (21/7).

Menurut R, akibat insiden itu T selain stres dirinya juga tak memiliki pakaian sehingga para napi harus membantu pakaian terhadap napi tersebut.

Ia juga menyebut bahwa kejadian serupa turut dialami oleh beberapa narapidana lain, seperti T, V, I, H, dan G.

“Jadi terpaksa kita napi yang sumbangkan pakaian karna tidak ada pakaiannya, karna dibakar,” tandasnya.

 

 

 

 

Penulis/ Editor: Yusuf

Pos terkait