KSAD Maruli Bantah Isu Telegram TNI Siaga 1 Terkait Konflik Timur Tengah

KSAD Maruli Simanjuntak membantah kabar telegram TNI Siaga 1 yang dikaitkan dengan perkembangan konflik Timur Tengah. (Net)

Kumbanews.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak membantah kabar yang menyebut adanya telegram dari Panglima Tentara Nasional Indonesia yang memerintahkan status Siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI.

Maruli menegaskan pihaknya tidak menerima telegram sebagaimana yang ramai beredar di media sosial dan sejumlah platform pesan instan.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Isu itu mencuat setelah beredar dokumen yang disebut sebagai telegram Panglima TNI dengan nomor TR/283/2026. Dokumen tersebut berisi instruksi peningkatan kesiapsiagaan prajurit untuk mengantisipasi perkembangan situasi keamanan global.

Dalam dokumen yang beredar, peningkatan kesiapsiagaan disebut berkaitan dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kabar tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di publik, termasuk dugaan bahwa TNI meningkatkan status kesiapsiagaan nasional.

Menanggapi hal itu, Maruli kembali menegaskan bahwa tidak ada perintah Siaga 1 seperti yang disebut dalam dokumen yang beredar.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta agar komunikasi di internal TNI diperkuat agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kebingungan.

Ia menilai klarifikasi dari institusi terkait sangat penting untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat mengenai situasi keamanan nasional.

 

Pos terkait