Kumbanews.com – Kapolsek Tamalate, Kompol Muh. Thamrin, memilih duduk satu meja bersama para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Mangasa dalam kegiatan Tudang Sipulung yang digelar Selasa (6/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk mendengar langsung aspirasi warga, bukan sekadar memberi instruksi.
Forum Tudang Sipulung dinilai menjadi ruang strategis dalam memperkuat keamanan dan keharmonisan warga, khususnya di RW 02 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua RW 02 Mangasa, Anwar Ali Solong, usai mengikuti dialog santai bersama unsur kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat.
Menurut Anwar Ali Solong, RW 02 merupakan kawasan padat penduduk dengan karakter warga yang sangat beragam. Kondisi sosial ekonomi sebagian warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan berpotensi memicu berbagai persoalan sosial jika tidak ditangani secara dini.
“RW 02 ini sangat kompleks. Rata-rata kondisi ekonomi warga masih berat, sehingga berdampak pada persoalan sosial seperti pencurian, begal, hingga narkoba. Karena itu forum seperti Tudang Sipulung ini sangat penting sebagai langkah pencegahan,” ujarnya, Rabu (07/01/2025).
Ia mengapresiasi kehadiran langsung Kapolsek Tamalate yang baru dalam forum tersebut. Menurut Anwar, kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung di tengah warga memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Ini sangat bagus dan sangat mendukung. Warga merasa diperhatikan dan lebih nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi,” kata Anwar.
Dalam forum Tudang Sipulung tersebut, perwakilan dari RW 08 juga menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya terkait penertiban kos-kosan. Menindaklanjuti hal itu, Anwar menyebutkan akan segera dilakukan pertemuan khusus dengan para pemilik kos.
“Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama pemilik kos untuk membahas bagaimana pengelolaan kos-kosan yang tertib, aman, dan tidak menimbulkan masalah sosial di lingkungan,”jelasnya.
Sebagai Ketua RW 02, Anwar Ali Solong menegaskan bahwa penyelesaian persoalan warga selalu mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan bersama RT dan tokoh masyarakat. Namun, untuk kasus tertentu, penegakan hukum tetap menjadi langkah terakhir.
“Kalau masih bisa diselesaikan dengan musyawarah, itu yang kami utamakan. Tapi untuk kasus seperti pencurian, curanmor, dan narkoba, harus ditangani oleh pihak kepolisian,” tegasnya.
Terkait nilai Sipakatau atau saling memanusiakan yang disampaikan Kapolsek dalam forum tersebut, Anwar menilai nilai itu masih relevan dan hidup di tengah masyarakat RW 02.
“Saling menghargai dan saling mengingatkan masih bisa diterapkan dan menjadi kunci hidup rukun di lingkungan padat seperti kami,” ungkapnya.
Anwar juga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bagi warga tanpa mengenal waktu.
“24 jam saya siap menerima warga. Ini bukan soal jabatan, tapi benar-benar pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Selain fokus pada keamanan lingkungan, Anwar Ali Solong juga dikenal aktif membina generasi muda. Sejak tahun 2001 hingga sekarang, ia menjadi pembina Forum Remaja Kreatif Mallengkeri dan terus merangkul seluruh elemen masyarakat.
Setiap peringatan 17 Agustus, RW 02 rutin menggelar kegiatan ramah tamah dengan panggung besar yang mendapat apresiasi dari para pejabat yang hadir, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Sulawesi Selatan.
Sebagai bentuk ketertiban lingkungan, Anwar juga mengingatkan pentingnya wajib lapor 1×24 jam kepada RT setempat bagi pendatang maupun warga baru.
“Harapan kami, RW 02 Mangasa ke depan semakin aman, rukun, dan nyaman, sehingga masyarakat bisa beraktivitas mencari nafkah dengan tenang, “pungkasnya.
Editor: Musfirah





