Perang Dagang Trump Makan Korban Baru: Inggris

Foto: London, Inggris. (REUTERS / Neil Hall)

Kumbanews.com Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi salah satu ancaman terbesar ekonomi Inggris. Pasalnya salah satu negara Eropa itu tengah menghadapi situasi rentan: pertumbuhan yang lambat dan beban utang besar.

Bacaan Lainnya

Melansir Reuters pada Kamis (27/3/2025), pengawas fiskal independen negara itu mengatakan perang dagang global dapat mengurangi output ekonomi, sementara kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan ekspektasi imbal hasil obligasi dapat menghapus ruang geraknya yang kecil terhadap target fiskal tersebut.

“Jika Anda akan memiliki aturan fiskal yang ‘sangat ketat’, maka tidak memberikan ruang gerak bagi diri Anda sendiri untuk melawannya akan membuat Anda bergantung pada kejadian,” kata Paul Johnson, direktur lembaga pemikir Institute for Fiscal Studies.

Sebelumnya Menteri Keuangan Rachel Reeves menyampaikan pemotongan anggaran kesejahteraan yang tidak populer secara politis dan pengurangan lain dalam rencana tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga ekonomi tetap pada jalurnya menuju target fiskal utama yang dirancang untuk meyakinkan investor setelah kemerosotan pasar yang berlangsung singkat pada tahun 2022.

Trump mengatakan tarif timbal balik baru akan berlaku pada tanggal 2 April untuk menghukum negara-negara yang dianggap pemerintahannya menghalangi ekspor AS.

Pengawas Kantor Pertanggungjawaban Anggaran Inggris (OBR) mengatakan tarif impor AS yang lebih tinggi akan melemahkan aktivitas ekonomi Inggris, lebih dari sekadar dampak langsung pada ekspor negara tersebut.

OBR mengatakan tarif AS pada mitra dagangnya secara umum dapat memangkas ukuran ekonomi Inggris – yang sangat rentan terhadap perubahan dalam perdagangan internasional – hingga 1%.

Selain itu OBR mengatakan kenaikan suku bunga BoE sebesar 0,6 poin persentase dan ekspektasi imbal hasil obligasi selama periode perkiraan lima tahunnya akan menghilangkan penyangga yang telah dibangun Reeves terhadap target fiskalnya.

OBR mengatakan bahkan dalam skenario di mana Amerika Serikat mengenakan tarif pada China, Kanada, dan Meksiko dan mereka membalas, ekonomi Inggris akan terpukul karena ketidakpastian dan permintaan yang lebih lemah yang akan terjadi.

Meningkatnya biaya utang dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan telah memaksa mereka melakukan pemotongan yang tidak menyenangkan, sementara Reeves mendapat tekanan berat dari para pebisnis setelah ia menggunakan anggaran pertamanya pada Oktober untuk menaikkan pajak bagi para pengusaha.

Namun, ia tetap pada rencananya, dengan mengatakan bahwa ia perlu membangun kembali keuangan publik, dan mengurangi pembayaran kepada para lansia untuk biaya pemanas sebelum ia menetapkan pemotongan kesejahteraan pada hari Rabu yang diperkirakan akan memengaruhi 3,2 juta keluarga.

 

 

 

 

 

 

Sumber: Cnbc Indonesia

Pos terkait