Polda Jatim Tetapkan Ahmad Dhani Tersangka Ujaran Kebencian

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Musisi Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) kembali dipanggil penyidik Subdit Cyber crime Dir Reskrimsus Polda Jawa Timur sebagai tersangka dalam kasus ujaran idiot, Kamis 18 Oktober 2018. Ini adalah pemanggilan kedua, tetapi pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, seperti pemanggilan pertama pada 28 September lalu, saat itu statusnya masih saksi, melalui pengacaranya, pentolan Grup Band Dewa 19 itu menyampaikan kalau tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Frans Barung Mangera. “Yang bersangkutan, melalui pengacaranya, meminta penundaan waktu. Kami panggil lagi pekan depan,” kata Barung di Mapolda Jawa Timur.

Dalam pemanggilan kedua ini, lanjut Barung, yang bersangkutan, yaitu Ahmad Dhani, ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin (15/10). “Kami tetapkan sebagai tersangka atas laporan pencemaran nama baik karena ujaran  (idiot),” tegas Barung dilansir Merdeka.com.

Seperti diketahui, kasus suami Mulan Jameela ini bermula dari vlog yang diunggahnya pada 26 Agustus 2018 silam. Saat itu Dhani akan menghadiri Deklarasi Akbar #GantiPresiden di Tugu Pahlawan.

Namun, sejumlah massa yang menolak deklarasi tagar tersebut, mengadang Dhani di hotel tempat dia menginap, yaitu Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, Surabaya.

Karena tak bisa keluar hotel, Caleg DPR Dapil I Surabaya-Sidoarjo dari Partai Gerindra itupun menguggah vlog, yang menyebut para pendemonya idiot.

Selanjutnya, kata yang mengandung ujaran kebencian ini dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jawa Timur. 28 September, Dhani dipanggil penyidik dalam kapasitasnya sebagai saksi. Tetapi Dhani mengaku tak bisa hadir dan berjanji akan datang tanggal 1 Oktober. Usai diperiksa sebagai saksi, Dhani menyebut para pelapornya GR alias gede rasa.

Selanjutnya, pada tanggal 15 Oktober, Dhani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik dan kembali memanggilnya hari ini. Namun, lagi-lagi, musisi asal Surabaya ini tidak bisa hadir.

Pos terkait