Kumbanews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan merombak total jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika target penerimaan negara tahun 2026 gagal tercapai. Ancaman ini datang menyusul pelemahan penerimaan pajak dan bea cukai pada 2025.
Purbaya menekankan, langkah tegas itu tidak sekadar ancaman. Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana menyerahkan tugas DJBC kepada perusahaan inspeksi global asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), jika reformasi di tubuh bea cukai tidak berhasil.
“Kalau Bea Cukai tak beres, akhir tahun ini mungkin akan diganti SGS. Ini ancaman serius,” ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, ancaman serupa juga berlaku untuk DJP. Purbaya mengaku memiliki kewenangan penuh untuk membenahi jajaran DJP jika target penerimaan tidak tercapai. “Kalau tak beres, saya yang akan disikat pertama, tapi sebelum itu, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai akan ikut saya sikat duluan,” tegasnya.
Meskipun tegas, Purbaya optimistis bawahannya dapat mengikuti arahan dan bekerja lebih keras. “Kami sudah berkomitmen memperbaiki kinerja Pajak dan Bea Cukai untuk lebih baik di 2026,” katanya.
Data menunjukkan penerimaan pajak 2025 terkontraksi 0,72 persen menjadi Rp 1.917,6 triliun, dibanding Rp 1.931,6 triliun di 2024. Penerimaan dari bea cukai tumbuh tipis 0,02 persen, dari Rp 300,2 triliun menjadi Rp 300,3 triliun.
“Bea Cukai terlihat tinggi, tapi masih kurang. Pajak juga perlu kerja lebih keras. Kita harus tingkatkan penerimaan demi target negara,” pungkas Purbaya.





