Kumbanews.com – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Maros, duet Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur memaparkan capaian kinerja yang diklaim menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinan yang digelar bertepatan dengan momen pelantikan mereka, Chaidir menyebut tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran tidak menghambat jalannya program prioritas daerah.
Salah satu indikator yang disorot adalah keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti konsistensi tata kelola keuangan daerah yang akuntabel.
Di sektor kesehatan, angka stunting di Maros dilaporkan turun signifikan, dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Penurunan ini disebut sebagai hasil intervensi terintegrasi, mulai dari penguatan layanan puskesmas hingga peningkatan fasilitas rumah sakit.
Pengakuan eksternal juga datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang menetapkan Maros sebagai kabupaten maju. Selain itu, kebijakan daerah juga mendapat apresiasi dari Lembaga Administrasi Negara.
Di bidang infrastruktur, sejumlah proyek strategis seperti pembangunan jembatan penghubung dan jalan beton di wilayah pelosok telah dirampungkan. Pemerintah daerah mengklaim langkah ini berdampak langsung terhadap konektivitas antarwilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara di sektor pendidikan, rehabilitasi dan pembangunan puluhan unit sekolah dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dasar.
Chaidir menegaskan, refleksi satu tahun ini bukan sekadar memaparkan angka dan penghargaan, tetapi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Ia menyebut fondasi pembangunan telah diletakkan, namun pekerjaan rumah ke depan masih menuntut konsistensi dan kolaborasi seluruh elemen daerah.





