Ilustrasi/Net
Kumbanews.com – Perusahaan pelat merah PT PLN (Persero) mengajukan Permintaan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun untuk tahun 2025.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan PMN tersebut akan digunakan untuk mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen, melalui program Listrik Desa (Lisdes).
Menurut Darmawan, jika pihaknya tidak memperoleh PMN, maka PLN memerlukan pinjaman komersial sebesar Rp3 triliun dan beban bunga sebesar Rp1,55 triliun untuk pendanaan program Lisdes.
“Dan juga ada penambahan subsidi kompensasi sebesar Rp1,57 triliun hanya sedangkan ini kita alokasikan anggaran sebesar Rp3 triliun,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR, Rabu (10/7). Langsung dari PLN, alokasi PMN tersebut nantinya dapat memberikan manfaat terhadap mengalirnya listrik 85 ribu rumah di 1.092 desa.
Dengan hadirnya listrik di desa, lanjutnya, hal tersebut akan menciptakan multiplier effect melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi sektor riil sehingga dapat menjadi daya dorong pertumbuhan perekonomian daerah setempat. Kata Darmawan, pemberian PMN ini juga akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat daerah, dengan potensi tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp435 juta per kabupaten/kota per tahun. Serta tambahan penerimaan pajak daerah Rp269 juta per kabupaten/kota per tahun.
“Kemudian Pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) di tingkat desa,” katanya.
RMOL





