Kumbanews.com – Kenaikan harga plastik pasca-Lebaran 2026 dikeluhkan para pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Lonjakan harga yang tak kunjung turun dinilai mulai membebani aktivitas usaha, terutama sektor kecil.
Salah satu pedagang, Sari, mengungkapkan harga plastik kini melonjak signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
“Dari sebelum Lebaran Rp35.000, sekarang sudah Rp55.000 per kilo. Naiknya bertahap, tapi tidak turun sampai sekarang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Doni. Ia mengaku sempat terjadi penurunan pembelian saat harga mulai naik, meski pada akhirnya konsumen tetap membeli karena kebutuhan.
“Awalnya pembelian turun, tapi karena memang kebutuhan, mau tidak mau tetap beli,” katanya.
Para pedagang menduga kenaikan harga dipicu dari mahalnya bahan baku plastik di tingkat hulu. Mereka berharap pemerintah dapat turun tangan agar harga kembali stabil.
Di sisi lain, dunia usaha juga merasakan tekanan yang cukup berat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menyebut lonjakan harga plastik dipicu situasi geopolitik global.
Menurutnya, terganggunya jalur logistik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dan bahan baku petrokimia seperti nafta.
“Kondisi ini mendorong kenaikan harga resin plastik dan memberikan tekanan signifikan terhadap biaya operasional pelaku usaha,” jelas Shinta.
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik bahkan telah melampaui batas normal, dengan beberapa kategori mengalami lonjakan hingga lebih dari 100 persen, disertai pasokan yang semakin terbatas.
Dampaknya terasa luas, terutama bagi sektor yang bergantung pada kemasan seperti makanan dan minuman, farmasi, logistik, hingga ritel.
UMKM menjadi kelompok paling rentan terdampak. Kenaikan biaya produksi akibat mahalnya plastik dinilai mulai menggerus margin keuntungan.
“Bagi UMKM dengan margin tipis, kondisi ini bisa mengganggu keberlanjutan usaha jika berlangsung lama,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mengakui adanya lonjakan harga plastik. Ia menyebut kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah, ikut memicu kenaikan tersebut.
Tak hanya itu, distribusi bahan baku yang lebih lama dan mahal turut memperparah situasi. Bahkan, kelangkaan karung plastik disebut mulai berdampak pada sektor pangan, termasuk distribusi gabah petani.
Pemerintah pun didorong segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlangsungan dunia usaha.





