Kumbanews.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menggelar diskusi bersama anggota DPRD guna mencari solusi terbaik terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) MBG.
Pertemuan tersebut menghadirkan Sultan Tajang dan Feri Saputra Santu, yang berlangsung di Bolapute, Jalan Veteran, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Jumat (10/4/2026).
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan membahas berbagai persoalan pengelolaan limbah, khususnya terkait operasional IPAL MBG di Kabupaten Wajo yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin menegaskan, IPAL MBG menjadi bagian penting dalam mengelola limbah dapur agar tidak mencemari lingkungan. Namun, masih terdapat sejumlah kendala yang membutuhkan perhatian bersama.
“Melalui diskusi ini, kami berharap lahir gagasan konstruktif yang tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa diwujudkan dalam langkah nyata,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan mengundang pengelola MBG di Kabupaten Wajo untuk membahas lebih lanjut solusi yang telah dirumuskan bersama legislatif.
“Alhamdulillah sudah ada gambaran solusi dari hasil diskusi ini. Selanjutnya akan kami bahas bersama pengelola MBG agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu, Sultan Tajang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Hal senada disampaikan Feri Saputra Santu yang menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat terkait pengelolaan limbah.
Ia menilai, solusi terbaik hanya dapat dicapai melalui komunikasi terbuka serta keseriusan semua pihak dalam menindaklanjuti hasil diskusi.
Sebagai informasi, IPAL MBG merupakan sistem pengolahan limbah cair dari program Makan Bergizi Gratis yang dirancang untuk mengolah limbah dapur seperti minyak, lemak, dan sisa makanan agar memenuhi baku mutu lingkungan.
Melalui sinergi lintas sektor, pengelolaan IPAL MBG di Kabupaten Wajo diharapkan dapat berjalan optimal serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.





